



SAMPIT, KaltengEjkspres.com — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan penyusunan ulang untuk penyesuaian desain proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Hal ini menyusul lonjakan harga material yang cukup signifikan, terutama kabel listrik yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen.
Meski menghadapi kenaikan harga bahan di pasaran, Pemkab Kotim memastikan proyek strategis tersebut tetap berjalan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun menambah anggaran yang telah ditetapkan sebesar sekitar Rp2,3 miliar.
Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan penyesuaian dilakukan sebagai langkah realistis agar pembangunan PJU tetap direalisasikan sesuai target dan kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah menyusun HPS dan meminta review Inspektorat serta pendampingan Kejaksaan. Namun dalam waktu dekat akan kami ubah menjadi harga satuan menyesuaikan kondisi harga terbaru,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, perhitungan awal proyek yang disusun menggunakan acuan harga tahun 2025 kini tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan akibat lonjakan harga material konstruksi dan kelistrikan.
“Dengan harga 2025, dari Simpang KFC sampai Simpang Lingkar Selatan sebenarnya bisa terakomodasi seluruhnya. Tetapi sekarang harga bahan naik cukup tinggi, bahkan kabel ada yang meningkat hingga 120 persen,” ungkap Raihansyah.
Sebagai solusi, Dishub Kotim melakukan penyesuaian desain teknis agar proyek tetap berjalan optimal tanpa membebani anggaran daerah. Salah satu langkah yang diambil yakni memperlebar jarak antar tiang PJU dari sebelumnya sekitar 40 meter menjadi 50 meter.
“Kalau menambah anggaran tentu tidak memungkinkan karena proses sudah berjalan. Jadi kami melakukan penyesuaian desain agar proyek tetap terlaksana,” jelasnya.
Dengan perubahan tersebut, jumlah titik tiang PJU diperkirakan berkurang dari sekitar 80 titik menjadi 70 hingga 75 titik. Meski demikian, Dishub memastikan kualitas penerangan jalan tetap diperhatikan sehingga fungsi utama penerangan untuk keselamatan pengguna jalan tidak berkurang.
“Tidak ada pengurangan anggaran, hanya jumlah tiang yang disesuaikan agar pencahayaan tetap mencukupi dan efektif,” tegasnya.
Ruas Jalan Kapten Mulyono sendiri merupakan salah satu jalur penting di wilayah Kota Sampit dengan tingkat aktivitas kendaraan yang cukup tinggi. Jalan sepanjang lebih dari dua kilometer tersebut juga dinilai rawan kecelakaan, terutama pada malam hari karena minim penerangan.
Selain itu, di kawasan tersebut terdapat jembatan yang menjadi titik perhatian pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
“Di kawasan ini juga ada jembatan yang menjadi perhatian. Harapannya dengan adanya PJU, keselamatan pengguna jalan bisa semakin meningkat,” katanya.
Dishub menargetkan proses lelang proyek dapat diselesaikan pada Mei 2026 sehingga pekerjaan fisik bisa mulai dilaksanakan pada periode Mei hingga Juli mendatang.
Dengan harapan proyek tersebut nantinya mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keamanan, kenyamanan, serta mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga pada malam hari. (to)