



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Bupati Kotawaringin Barat, Hj Nurhidayah, mendorong peningkatan produktivitas kelapa sawit melalui berbagai langkah strategis dalam kegiatan Pameran dan Field Trip Teknis Kelapa Sawit bertema kiat sukses meningkatkan produktivitas sawit, Selasa (28/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti tingginya permintaan minyak sawit global yang terus meningkat setiap tahun, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan produktivitas, khususnya pada kebun sawit milik rakyat.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas kebun sawit rakyat di Kabupaten Kotawaringin Barat pada tahun 2024 mencapai 82.598 hektare dengan produksi sekitar 3,86 juta ton.
Kendati angka tersebut cukup besar, Bupati menilai masih terdapat potensi signifikan untuk meningkatkan hasil produksi melalui pengelolaan yang lebih optimal dan penggunaan teknologi yang tepat.
Dalam sambutannya, Nurhidayah mengungkapkan bahwa salah satu penyebab rendahnya produktivitas adalah penggunaan benih ilegal oleh petani. Ia menekankan pentingnya akses terhadap benih unggul dan berkualitas. “Kegiatan teknis seperti ini sangat penting karena menghadirkan produsen kecambah resmi yang dapat membantu petani memperoleh benih yang legal dan berkualitas,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung peningkatan produktivitas, di antaranya Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta bantuan sarana dan prasarana. Program tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dengan dukungan dari perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pemerintah daerah tambah dia, mendorong perusahaan untuk aktif menjalin kemitraan dengan petani serta menerapkan praktik pertanian yang baik atau Good Agricultural Practices (GAP), termasuk pemanfaatan mekanisasi dan teknologi informasi. Bupati juga menekankan pentingnya sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) serta kepatuhan terhadap aspek legalitas usaha guna menciptakan sektor sawit yang berkelanjutan.
“Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana TKS 2026, Hendra J Purba, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap penurunan produktivitas sawit.
“Ancaman terhadap sawit saat ini nyata, mulai dari penurunan produktivitas, perubahan iklim seperti potensi El Nino, hingga serangan hama. Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat berdampak besar terhadap sektor yang selama ini menjadi andalan devisa negara dan ekonomi daerah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dari Gapki Kalteng dan berbagai perusahaan yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. (di)