



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Keterlambatan pembayaran gaji guru se Kabupaten Kotim pada bulan maret ini menuai sorotan dari Anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah.
Menurut Riskon, masalah keterlambatan pembayaran gaji guru ini jangan dianggap sepele, karena ini menyangkut hajat hidup para guru di wilayah Kotim.
“Bagaimana bisa kita menuntut para guru untuk meningkatkan kinerjanya sedangkan hak-haknya tidak kita berikan. Ini wajib jadi catatan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kotim agar tidak boleh terjadi lagi ke depannya, apalagi alasan dari pihak Disdik Kotim, keterlambatan ini terjadi karena kesalahan teknis penginputan atau human eror,” ungkap Riskon kepada sejumlah awak media, Kamis (12/5/2022).
Riskon menjelaskan, gaji guru bulan Januari dan Februari bisa dikeluarkan tapi di bulan Maret tidak bisa di keluarkan.
“Seharusnya, gaji guru ini dianggarkan selama 1 tahun penuh dalam satu kode rekening. Banyak keluhan dari para guru yang masuk ke kami, mempertanyakan keterlambatan gaji mereka yang belum dibayarkan pemerintah daerah,”ujar Riskon.
Bahkan lanjut dia, ada beberapa guru yang mengancam akan melakukan aksi bila tidak ada kejelasan dari dinas pendidikan terkait mengenai kapan dikeluarkannya gaji mereka.
“Karena anak-anak mereka juga perlu makan, kemudian listrik dan PDAM belum dibayar, serta cicilan perumahan sudah jatuh tempo dan banyak lagi keluhan dari para guru kita,”ucap Riskon.
Riskon mendorong, agar dilakukannya perbaikan dan pembenahan management di instansi Dinas Pendidikan. Hal ini tambah dia, tidak bisa ditawar-tawar lagi agar tidak terulang kembali kejadian serupa.
“Karena masih banyak PR di dunia pendidikan kita di Kotim yang memerlukan keseriusan dan Iinovasi demi terciptanya Pendidikan yang berkwalitas di Bumi Habaring Hurung,”tandasnya. (ahm)