Home / Kotim

Selasa, 2 Maret 2021 - 14:01 WIB

Warga 2 Desa Desak PT. KMA Serahkan Lahan Sesuai SK Menteri

Warga dua desa saat menuntut lahan untuk diserahkan sesuai SK Menteri Agraria Selasa (2/3).

Warga dua desa saat menuntut lahan untuk diserahkan sesuai SK Menteri Agraria Selasa (2/3).

SAMPIT, KaltengEkspres.com– Masyarakat dua desa yang tergabung dalam anggota Koperasi Garuda Maju Bersama yakni Desa Pahirangan dan Desa Tangkarobah mendesak PT Karya Makmur Abadi (KMA) menyerahkan lahan seluas 1.080 hektar didalam luasan lahan HGU, sesuai dengan komitmen yang tercantum di dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

Selaku anggota koperasi, mereka sepakat untuk memortal lahan tersebut guna menghentikan total aktivitas PT KMA sebelum adanya penyelesaian. Kesepakatan ini diambil setelah diadakannya rapat dua desa pada Senin (1/3) kemarin.

Kegiatan tersebut di pimpin langsung oleh Ketua Koperasi GMB Gustap Jaya dan didampingi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) M.Abadi selaku Komisi II yang membidangi Koperasi dan Perkebunan.

Baca Juga :  Ayo! Sudah Tiga Desa di Kotim Diproses Penegak Hukum

Menurut Gustap Jaya, pihaknya yang terdiri dari dua desa yakni Desa Pahirang dan Desa Tangkarobah, sepakat untuk melakukan pemortalan dan penghentian aktivitas total terhadap lahan yang menjadi Hak Koperasi GMB sesuai dengan tercantum didalam SK HGU yang di terbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

” Hari ini kita lakukan pemortalan dan penghentian aktivitas total terhadap lahan 1,080 hektar sesuai dengan Komitmen PT KMA dengan Koperasi GMB yang tertuang didiktum kelima SK HGU dari Kementerian,”ungkap Gustap Jaya, Selasa (2/3).

Seharusnya lanjut dia, lahan ini sudah di serahkan pada 2018 lalu, karena PT KMA hanya di berikan waktu 18 bulan untuk mengurus izin pelepasan kawasan di kementerian KLHK, namun sampai saat ini izin tersebut belum juga rampung, sesuai komitment di SK HGU yang di terbitkan Kementerian Agraria PT KMA wajib menyerahkan lahan didalam luasan lahan inti atau HGU seluas 1,080 hektar untuk Koperasi GMB.

Baca Juga :  Bus Sekolah Dihantam Truk Bermuatan Sawit, Puluhan Penumpang Terluka

“Sudah cukup masyarakat memberikan toleransi, dimana dari 2016 lalu sampai dengan hari ini belum juga rampung terkait pengurusan izin pelepasan kawasan tersebut, kami hanya menuntut hak sesuai komitmen yang tertuang didalam SK Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional,”tandasnya. (Ry)

Share :

Baca Juga

Kotim

Dua Napi Kabur Dibekuk, Satu Tewas Didor

Kotim

Residivis Sabu Kotim Diringkus Polisi

Kotim

Turut Amankan Pilkada, Ratusan Personel Polres Kotim di BKO

Kotim

Usai TMMD, Perekonomian Masyarakat Diharapkan Semakin Meningkat

Kotim

Sempat Kritis, Sopir Truk CPO Akhirnya Meninggal

Kotim

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Barak

Kotim

Dua Pengedar Sabu Baamang Hulu Diringkus Polisi

Kotim

Nekat Jualan Sabu, IRT di Kotim Diringkus Polisi