Home / DPRD Provinsi Kalteng

Rabu, 5 Agustus 2020 - 07:42 WIB

Sejak Lama Warga Keluhkan Harga Karet yang Tidak Stabil

Wakil rakyat Dapil II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Ferry Khaidir. Foto : Ra

Wakil rakyat Dapil II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Ferry Khaidir. Foto : Ra

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Selain perkebunan kelapa sawit dan rotan, karet masih menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai mata pencaharian. Namun harga yang kerap tidak stabil, menjadi keluhan para petani karet yang ada di Kalteng.

Permasalahan tersebut, menjadi salah satu aspirasi yang di sampaikan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, kepada wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) II, yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Ferry Khaidir, pada saat melakukan reses beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga :  Tingkatkan SDM Masyarakat Pelosok

Untuk itu Ferry berharap agar ada regulasi yang mengatur tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditas karet. Meskipun dirinya mengakui, jika naik-turunnya harga karet saat ini, dipengaruhi oleh pasar global.

“Tentunya regulasi yang mengatur kestabilan harga. Jadi kan nantinya tidak ada lagi itu naik-turun harga karet. Kan kasian mereka petani itu,” kata Ferry, Selasa (4/8/2020)

Lebih lanjut dijelaskan, adanya regulasi tersebut juga guna memberikan perlindungan kepada para petani karet, agar terhindar dari adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kondisi naik-turunnya harga karet, untuk kepentingan pribadi.

Baca Juga :  Dewan Dukung Terbentuknya KDEKS Kalteng

“Dengan begitu, harga karet nantinya dapat dikontrol. Namun tetap menyesuaikan dengan pasar dunia,” ucapnya.

Legislator dari PDI Perjuangan itu berharap, agar permasalahan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Pasalnya dikhawatirkan dengan anjloknya harga karet, para petani beralih profesi menjadi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), yang justru hanya akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan.

“Jangan sampai mereka yang sehari-harinya berprofesi sebagai menyadap karet, malah beralih menjadi penambang ilegal. Ini kan malah merusak lingkungan,” ucapnya. (Ra)

Share :

Baca Juga

DPRD Provinsi Kalteng

Komisi III Pelajari Pengelolaan Wisata Alam Loksado Kalsel

DPRD Provinsi Kalteng

Perusahaan Diminta Jadikan Masyarakat Mitra

DPRD Provinsi Kalteng

Empat Raperda Provinsi Kalteng Disetujui

DPRD Provinsi Kalteng

Libatkan Lembaga Adat untuk Atasi Sengketa Lahan

DPRD Provinsi Kalteng

Masyarakat Minta Pemerintah Bangun Sekolah

DPRD Provinsi Kalteng

APBD 2021 Harus Dapat Perkuat Ketahanan Pangan

DPRD Provinsi Kalteng

Pemekaran Kalteng Perlu Dipersiapkan Matang

DPRD Provinsi Kalteng

Penanganan Stunting Harus Maksimal Hingga Pelosok Desa