Enam Bulan, Sudah 112 Ha Lahan Terbakar di Kobar

Wabup Kobar Ahmadi Riansyah saat menyambut kedatangan Kepala BNPB Letjen Doni Monado di Bandara Iskandar Minggu (4/8/2019).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) tergolong meningkat tajam tahun ini. Pasalnya, dari data yang dihimpun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar sejak Januari-Agustus 2019, sebaran titik api (hot spot) sudah sebanyak 33 titik, dengan jumlah areal lahan yang terbakar sebanyak 112 hektar (ha).

Wakil Bupati Kobar Ahmadi Riansyah mengatakan, mulai tingginya sebaran titik api ini, maka semua pihak baik itu dari Pemkab Kobar dan Tim Satgas Karhutla serta masyarakat harus bersatu melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla  ini.

“Karena jika tidak ditanggulangi, maka bahaya kebakaran mengancam wilayah. Pasalnya, sejak Januari 2019 sampai Agustus 2019 ada 33 titik hotspot. Dari jumlah tersebut paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Kumai sebanyak 20 hotspot, dan dari 33 titik hotspot petugas melakukan 40 kali penanganan,” kata Ahmadi Riansyah.

” Kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar memberikan kontribusi bersama sama dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi Karhutla, karena tanpa adanya bantuan dari masyarakat maka kita tidak bisa melakukan apa-apa,”paparnya.

Mengingat lanjut dia, luasan wilayah Kabupaten Kobar sangat luas sedangkan personel terbatas dan juga peralatan, kontribusi yang bisa di lakukan oleh masyarakat dalam pencegahan karhutla dengan menjaga lingkungannya masing-masing, tidak melakukan pembakaran pada saat akan membuka lahan.

“Kita harus sama-sama melakukan pencegahan karena jika terjadi kebakaran maka banyak hal yang dirugikan bukan saja tenaga dan waktu, melainkan mengeluarkan banyak biaya, untuk itu mulai saat ini diharapkan peran aktif masyarakat untuk turut melakukan pencegahan,” ujarnya. (yus)