Home / Kobar

Kamis, 19 April 2018 - 17:11 WIB

Penyelundupan 1,5 Juta Batang Rokok Illegal Digagalkan Bea Cukai Pangkalan Bun

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Bea Cukai Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggagalkan penyelundupan 1,5 juta lebih batang rokok illegal menggunakan truk ekspedisi melalui Pelabuhan Panglima Utar Kecamatan Kumai.

Jutaan batang rokok berbagai merek ini diselundupkan dengan modus baru yakni ditaruh kedalam produk makanan kerupuk singkong. Barang bukti (barbuk) rokok illegal ini langsung diamankan ke Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun. 

Kepala Bea Cukai Pangkalan Bun Nurtanti Widyasari mengatakan, penindakan terhadap penyelundupan 1,5 barang rokok illegal ini berawal dari informasi yang disampaikan pihak intelijen kepada Bea Cukai Pangkalan Bun, yang menyebut akan ada rokok illegal dikirim dari Pulau Jawa ke Pangkalan Bun melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai menggunakan jasa truk ekspedisi. 

Menindaklanjuti informasi ini, lanjut dia, pihaknya kemudian mendalami informasi dan berhasil mengetahui jenis truk Fuso yang mengangkut rokok illegal tersebut. Pada Selasa (10/4/2018) pihaknya melakukan pengawasan di Pelabuhan Panglima Utar Kecamatan Kumai terhadap truk yang tiba dari kapal sekitar pukul 13.00 WIB. 

Baca Juga :  Datangkan Akbar Tanjung, Seminar HMI Diikuti Antusias Warga Kotim
“Saat dicurigai salah satu truk fuso karena sesuai dengan informasi. Truk tersebut kemudian diperiksa saat melakukan pembongkaran. Ketika diperiksa sekitar pukul 14. 30 WIB, ditemukan produk kerupuk singkong sebanyak 75 koli.

Ketika dicek di dalamnya ternyata semuanya berisi rokok illegal tanpa cukai sebanyak 1 juta 530 ribu batang,”ungkapnya kepada sejumlah awak media saat konferensi pers di Aula Kantor Bea Cukai Pangkalan Bun Kamis (19/4/2018).

Dijelaskannya, rokok illegal yang diamankan tersebut jenis sigaret kretek, dengan merek yakni new fel super, super bro wsing mild, laris brow dan inul filter mild.

“Barbuk ini telah kita amankan di Kantor Bea Cukai. Total nilai barangnya  sebesar Rp 1,2 miliar lebih. Sementara potensi kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp 1,1 miliar,”paparnya.

Akibat ulahnya ini, pemilik terancam pidana atau denda karena melanggar pasal 54 atau pasal 56 Undang-Undang No 39 tahun 2007 tentang cukai dengan ancaman pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun. Atau pidana denda paling dikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai. (hm)

Share :

Baca Juga

Kobar

Dapur Rumah Warga Sidorejo Terbakar

Kobar

Digerebek Satpol PP Saat Pesta Miras, Puluhan ABG Lari Berhamburan

Kobar

Tabrak Gapura Desa, Sopir Truk CPO dan Kernet Diamankan Polisi

Kobar

Antisipasi Virus Corona Sebanyak 33 Napi Jalani Asimilasi di Rumah

Kobar

Pria Mabuk Pukul Pengendara Motor Pakai Balok

Kobar

Wow! Jadi Kampung KB, Populasi Penduduk di Desa Keraya Ditekan

Kobar

Kodim 1014 Pangkalan Bun Bekali 40 Peserta Calon Bintara

Kobar

Korban Banjir Kelurahan Raja Seberang Terima Bantuan