



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakian meluas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalteng. Bahkan sudah merambah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Berdasarkan data Balai TNTP, hingga Kamis (10/9) sore, kobaran api sudah melahap kawasan hutan TNTP seluas 3.105,47 hektare. Menanggulangi kejadian ini, tim gabungan yang terdiri dari sekitar 70 personel masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api agar tidak meluas.
Kepala Balai TNTP, Yohan Hendratmoko kepada awak media mengatakan, penanganan saat ini difokuskan di beberapa titik krusial. Wilayah tersebut meliputi Teluk Pengarangan/Kumai, Teluk Pulai, dan Sungai Cabang yang masuk dalam administrasi Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), serta Sungai Perlu di wilayah Kabupaten Seruyan
“Fokus penanganannya menghalau api agar tidak menyebar ke area yang lebih luas di wilayah Kobar dan Seruyan,”ungkapnya.
Untuk menanggulangi kebakaran ini lanjut dia, sekitar 70 orang personel terdiri dari pegawai Balai TNTP, Masyarakat Peduli Api (MPA), Pokdarwis, Mitra OFI, OF-UK, Mitra FNPF, hingga PT Kumai Sentosa diterjunkan.
“Wilayah yang terdampak kebakaran ini merupakan habitat penting bagi populasi Orangutan (Pongo pygmaeus), yang merupakan satwa liar dilindungi dan spesies kunci di TNTP,”ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa upaya pemadaman di lapangan menghadapi berbagai kendala berat. Yakni selain keterbatasan aksesibilitas serta keterbatasan personel dan sarana prasarana, lokasi kebakaran merupakan lahan gambut dengan kedalaman berkisar antara 0,5 hingga 4 meter yang membuat api sulit dipadamkan total.
“Kita berharap semoga ada upaya dari pemerintah menurunkan tim untuk membantu menanggulangi karhutla di kawasan TNTP ini. Karena saat ini tim masih kesulitan lantaran mengalami berbagai kendala tadi,”tandasnya. (rd)