Home / Seruyan

Rabu, 21 Maret 2018 - 20:49 WIB

Harga Cabai di Kuala Pembuang Tembus Rp 90 Ribu per Kg

KUALA PEMBUANG, Kaltengekspres.com – Harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Kuala Pembuang mengalami kenaikan cukup tinggi berkisar dari Rp50 ribu per kilogram (kg) hingga mencapai Rp90 ribu per kg.”Naiknya harga cabai rawit merah sudah terjadi sepekan terakhir,” kata salah satu pedagang Pasar Sayur dan Ikan (SAIK) Kuala Pembuang, Yuni di Kuala Pembuang, Rabu (21/3/2018).

Ia mengatakan, naiknya harga cabai rawit karena minimnya pasokan dari petani lokal sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar, sementara cabai dan sejumlah komoditas lain yang berasal dari Pulau Jawa tidak bisa dipasok karena kapal pengangkut barang terkendala gelombang.

Baca Juga :  Peran Camat dan Kades Ujung Tombak Daerah

Sebagai alternatif akhirnya pedagang meminta pasokan cabai dari kabupaten lain, salah satunya dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur dengan harga yang lebih tinggi.”Kita terpaksa menjual cabai dengan harga tinggi, karena cabai yang dipasok dari Sampit harganya sudah tinggi, yakni Rp80 ribu per kilogram,”ujarnya.

Ia mengaku kenaikan harga cabai rawit ini berdampak langsung terhadap permintaan dan pendapatan para pedagang  yang mengalami penurunan. “Karena harganya yang mahal, maka yang membeli pun tidak banyak, dan cabai kita jual eceran dengan harga Rp10 ribu per ons,” katanya.

Sementara, pedagang lainnya, Erni (43) menambahkan, harga berbagai komoditas di pasar tradisional Kuala Pembuang sangat fluktuatif, karena secara umum pasokan berbagai komoditas masih bergantung dari Pulau Jawa.

Baca Juga :  Dinkes Imbau Masyarakat Waspada DBD

“Ini sudah biasa teejadi. Ketika pasokan dari Pulau Jawa minim dan harganya juga sudah tinggi, maka terpaksa harga jual di pasar pun jadi tinggi. Bahkan tahun 2017 lalu, harga cabai naik hingga Rp150 ribu per kilogram,”ungkapnya.

Pedagang hanya berharap, kenaikan harga ini tidak berlangsung lama dan segera kembali normal, karena apabila kenaikan harga berlangsung lama maka akan menyebabkan penurunan daya beli konsumen. “Kalau penurunan harga nanti terjadi secara dratis terjadi maka pedagang akan rugi,”tandasnya. (vs)

Share :

Baca Juga

Seruyan

Ketua DPD Golkar Kalteng Sayangkan Pernyataan Kontroversi Darwan Ali di Video

Seruyan

Polres Seruyan Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Seruyan

Bupati Dorong Peran Investor Dukung Kemajuan Seruyan

Seruyan

Sadis, Buruh Sawit Tewas Dikampak di Kepala

Seruyan

DPO Kasus Pemerkosa Warga Seruyan Diringkus

Seruyan

Ajak Pelajar Mencintai Lingkungan, DLH dan Mapala Mengadakan Penanaman Pohon

Seruyan

Jadwal Padat, Festival Budaya Gawi Hatantiring Diundur September

Seruyan

Pemkab Seruyan Tegaskan Kendaraan Perusahaan Wajib Gunakan Pelat KH-P