Edar Sabu, Pasutri di Kotim Dibekuk Polisi

SAMPIT,Kaltengekspres.com – Tergiur dengan keuntungan yang diraih membuat pasangan suami istri (Pasutri), bernama Rusidah Ningsih dan Nor Alamsyah nekat menjual Narkoba jenis sabu. Akibat ulahnya ini, kedua pasutri tersebut terpaksa harus berurusan dengan Polisi.

Keduanya ditangkap anggota Tim Cobra Polres Kotim, di barakan yang disewanya di Gang Amanah Jalan Jembatan Kuning RT 38 Kelurahan Ketapang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, karena kedapatan menjadi pengedar sabu. Dari tangan pasutri ini, anggota Tim Cobra Polres Kotim mengamankan barang bukti (barbuk) 4,64 gram sabu.

Kasatres Narkoba Polres Kotim AKP Yonals Nata Putera mengatakan, penangkapan terhadap pasutri ini berawal saat anggota Tim Cobra Polres Kotim menerima informasi dari masyarakat, karena keduanya ini dicurigai telah menjadi pengedar Narkoba jenis sabu. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggotanya langsung bergerak melakukan penyelidikan di lapangan pada Jum’at (24/11/2017) lalu.

Saat melakukan penyelidikan di rumah barakan yang ditempati kedua tersangka ini, anggota langsung menggerebek kedua pelaku yang saat itu masih berada di barakan.

“Sebelum dilakukan penggeledahan kami mengundang Ketua RT setempat. Setelah Ketua RT setempat tiba, anggota kemudian menjelaskan kepada kedua pasutri dan Ketua RT maksud kedatangan dan mengamankan kedua tersangka sambil ditunjukan surat perintah tugas. Setelah ditanyai anggota keduanya mengakui ada menyimpan Narkoba jenis sabu. Kemudian salah seorang tersangka mengambil barbuk dibawah kardus yang berada diruang tamu,”ujar Yonals kepada Kalteng Ekspres.com Senin (27/11/2017).

Setelah diperiksa kardus tersebut lanjut Yonals, ditemukan isinya berupa satu bungkus plastik warna hitam dan setelah dibuka berisi dua bungkus paket sabu seberat 4,64 gram. Keduanya mengakui barbuk itu untuk diedarkan atau dijual di Kotim. Selain mengamankan barbuk sabu, pihaknya juga mengamankan uang Rp.1,5 juta dari dalam dompet pelaku Nor Alamsyah yang diduga hasil penjualan.

“Kedua tersangka ini mengakui, selama ini menjual barbuk itu bersama-sama kepada sejumlah warga yang memesan di Kotim,”ungkap Yonals.

Akibat perbuatannya ini lanjut dia, kedua tersangka diamankan ke Polres Kotim kemudian  dikenakan pasal 114 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1  atau pasal 112 ayat 1 Jo pasal 132 ayat 1, Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.(MR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here