Mantap!! Ada 127 Titik Tempat Pemotongan Hewan Kurban di Kotim

SAMPIT, Kaltengeskpres.com – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1438 hijriah, masyarakat di Kabupaten Kotim telah menyiapkan pelaksanaan ibadah kurban. Yakni dengan mengadakan pemotongan hewan kurban. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura, Dan Peternakan Provinsi Kalteng, tercatat sampai saat ini sudah terdeteksi ada sekitar 127 titik pelaksanaan tempat pemotongan hewan di Kabupaten Kotim.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Chandra Rahmawan. Menurut dia, data tersebut diperoleh dari informasi Pemkab Kotim melaui dinas terkaitnya. Karena itu mengingat banyaknya titik pemotongan hewan kurban di daerah setempat, maka pihak yang melakukan pemotongan hewan kurban sebaiknya memahami syarat yang harus dipenuhi. Oleh sebab itu perlu adanya sosialisasi cara penanganan hewan kurban, seperti yang digelar Dinas Pertanian Kabupaten Kotim.

Menurut Chandra kebersihan saat menguliti dan memisahkan daging dari tulangnya, termasuk jangan sampai tercampur dengan jeroan tempat kotoran dalam perut hewan kurban. Hal ini dilakukan agar kualitas daging tetap bauk.

“Kantung plastik pembungkus daging juga jangan yang berwarna hitam karena kantungan itu mengandung zat kimia yang membahayakan kesehatan kesehatan,” katanya.

Selain itu hewan kurban harus sehat, utuh dan halal.Ditegaskannya, hewan yang baru divaksinasi tidak boleh dipotong untuk mencegah dari kontaminasi virus yang masih ada didalam tubuh hewan kurban. Hewan yang akan dipotong juga harus ada surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal untuk memastikan dagingnya aman dikonsumsi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Kotawaringin Timur (Kotim) Sepnita mengatakan, sosialisasi ini memang sengaja diadakan mendekati Hari Raya Idul Adha, karena dipastikan distribusi dan pemotongan hewan meningkat. Selain itu sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber yang berkompeten.

Baca Juga :  Pecah Ban, Pikap Bermuatan Sawit Terguling

Sekitar 50 peserta diundang mengikuti sosialisasi ini terdiri petugas masjid, penjual hewan keluarga korban dan petugas kesehatan hewan. Acara ini dinilai penting karena ada aturan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah kurban.Pemotongan hewan seharusnya dilakukan di rumah pemotongan hewan. Namun untuk kegiatan keagamaan dan adat, pemotongan hewan masih diperbolehkan dilakukan di lokasi lain, namun harus memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.

“Di lokasi pemotongan kurban itu harus ada air bersih dan tempat pembuangan limbah. Jangan sampai mencemari lingkungan. Makanya dilakukan sosialisasi ini supaya kita bisa mematuhi aturan itu,” papar Sepnita.

Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kotawaringin Timur, Samsudin mengatakan, penting bagi semua orang mengetahui aturan dan syarat-syarat dalam pelaksanaan ibadah kurban. Ada ketentuan tentang hewan yang akan dijadikan hewan kurban.

“Sapi atau kambingnya jangan yang cacat dan jangan yang sakit. Tata cara penyembelihannya juga harus sesuai aturan dalam Islam. Jangan sampai aturan diabaikan karena ibadah ada aturannya,” kata Samsudin.

Dia mengimbau umat Islam yang mampu secara ekonomi untuk melaksanakan ibadah kurban pada Hari Raya Idul Adha nanti. Selain merupakan ibadah, berkurban akan membawa manfaat sosial bagi masyarakat maupun orang yang berkurban.(lid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here