Tim Gabungan Evakuasi Induk dan Anak Orangutan

Tim saat mengevakuasi induk orangutan yang mengalami luka serius. (Foto : IST)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Tim gabungan baik dari BKSDA, OFI dan Polisi berhasil mengevakuasi induk orangutan beserta anaknya yang terjebak di kawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim),

Saat dievakuasi induk orangutan berusia 25 tahun ini  mengalami luka cukup parah akibat jerat yang melilit kedua pergelangan tangannya. Sementara anaknya yang berusia 10 bulan hanya mengalami lecet.

Petugas BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, mereka mengetahui keberadaan induk dan anak orangutan ini berawal dari informasi masyarakat yang melihat keduanya berkeliaran di sekitar kebun karet warga. Informasi ini diterima pada  Kamis (22/10) sekitar pukul 16.49 WIB.

“Kita menerima informasi, ada dua individu orangutan di wilayah Desa Kandan. Setelah ditelusuri, ternyata orangutan yang sebelumnya kami cari pada 12 Oktober lalu muncul kembali di lokasi yang tidak jauh dari tempat observasi sebelumnya,” kata Muriansyah, kepada awak media, Sabtu (24/10).

Pada 12 Oktober, petugas BKSDA Pos Sampit sebenarnya telah mendatangi lokasi untuk melakukan observasi. Namun, saat itu kedua individu orangutan tersebut tidak ditemukan.

Orangutan tersebut muncul kembali beberapa hari kemudian. Muriansyah kemudian menghubungi warga setempat bernama Karyadi untuk memastikan keberadaan dan pergerakan satwa tersebut.

Dari informasi warga, kondisi di sekitar lokasi kemunculan orangutan cukup memprihatinkan. Kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik, bahkan sebagian kebun karet milik warga ikut terdampak.

Setelah menerima laporan, pihaknya meminta warga dan aktivis lingkungan terus memantau pergerakan kedua individu orangutan tersebut. Informasi itu kemudian segera diteruskan kepada pimpinan BKSDA di Pangkalan Bun agar tim penyelamatan dapat dikerahkan.

Sekitar pukul 19.00 WIB pada Kamis malam, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II bersama tim Orangutan Foundation International (OFI) berangkat dari Pangkalan Bun menuju Sampit.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB pada Jumat dini hari. Proses penyelamatan langsung dilakukan hingga akhirnya  induk orangutan bernama Gadis dan Garis berhasil dievakuasi.

Proses penyelamatan ini melibatkan tim BKSDA Kalimantan Tengah Seksi KSDA Wilayah II, OFI, serta aktivis lingkungan Sampit. Kegiatan tersebut juga mendapat bantuan anggota Polda Kalimantan Tengah dan Polres Kotim. Penyelamatan juga disaksikan Direktur Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Tory Kristianto. (hl)

Berita Terkait
<