Pemkab Gumas Dukung Pengembangan Usaha Pertanian dengan Kearifan Lokal 

KUALA KURUN, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menggelar peringatan hari tani nasional dan hari pangan sedunia tahun 2026, di Halaman Huma Betang Toyoi, Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan. Dengan mengambil tema Malan Itah Besuh, Dia Malan Itah Deruh.

Hari tani nasional diperingati setiap 24 September berkaitan dengan lahirnya UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria untuk menghargai perjuangan para petani. Sementara hari pangan sedunia diperingati setiap 16 Oktober untuk tingkatkan kesadaran akan pentingnya pemenuhan kebutuhan pangan bagi seluruh masyarakat.

“Dalam peringati hari tani nasional dan hari pangan sedunia tahun 2026, digelar beberapa kegiatan yaitu gerakan tanam, manugal, pasar tani serta workshop dengan tema partisipatif peladang, benih lokal dan kaleka. Petani sebagai kawan,” ucap Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, kedua peringatan ini mengingatkan bahwa petani berperan penting dalam menjaga dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan pangan pertanian harus berkembang dan didukung oleh seluruh pihak termasuk generasi muda, demi mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian daerah.

“Kegiatan tersebut menunjukkan bentuk dukungan pemkab terhadap pengembangan usaha pertanian, peningkatan pendapatan para petani, pelestarian kearifan lokal dan penguatan ketahanan pangan daerah,” tuturnya.

Efrensia mengatakan, pemerintah selalu berusaha untuk berinovasi menerapkan ilmu pengetahuan maupun teknologi untuk beradaptasi dengan kondisi alam yang tidak mudah diprediksi. Hal ini juga berlaku di sektor pertanian untuk menyediakan bahan pangan.

“Berbagai usaha intensifikasi budidaya terus gencar dilakukan. Penggunaan bahan ramah lingkungan dan aman pangan harus sudah diterapkan ketat, untuk menghindari dampak kerusakan lingkungan dan menurunnya angka harapan hidup,” terangnya.

Saat ini, lanjut dia, pertanian menghadapi berbagai tantangan, seperti regenerasi petani, perubahan iklim dan alih fungsi lahan. Di sisi lain, berbagai investasi pada lahan juga terus berkembang pesat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Aryantoni mengakui, rangkaian kegiatan ini adalah sebagai salah satu sarana sosialisasi sektor pertanian, ragam usaha dari hulu-hilir, penanaman dan pasca-panen, serta hubungannya dengan upaya selaras program pemerintah menangani masalah harga, pencegahan stunting, serta upaya tingkatkan ketahanan pangan keluarga.

“Melalui rangkaian kegiatan ini, maka akan terwujud penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kesejahteraan petani, pelestarian kearifan lokal dan pembangunan pertanian berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, gerakan tanam dan manugal digelar sebagai upaya mendorong pemanfaatan lahan untuk meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, sekaligus melestarikan kearifan lokal masyarakat Dayak Ngaju yang selaras dengan alam dan lingkungan.

Sedangkan pasar tani, itu merupakan sarana untuk memperkenalkan potensi pangan lokal, memperluas pemasaran hasil pertanian, serta mendorong upaya peningkatan kreativitas dan pendapatan petani.

“Kalau workshop, itu menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan mengenai peladang, benih lokal dan kaleka sebagai bagian dari upaya perkuat pertanian berbasis potensi lokal dan pelestarian lingkungan,” jelasnya.

Dalam rangkaian kegiatan itu, dilakukan penyerahan secara simbolis bantuan pemerintah kepada petani/masyarakat yang menerima berupa sarana produksi pertanian, maupun sertifikat tanda daftar budidaya (STDB) untuk kebun sawit masyarakat, yakni dalam bentuk sertifikat e-STDB.

“Kami juga membagikan bibit terong dan tomat ke seluruh perangkat daerah, kantor kecamatan, desa dan kelurahan,” ujarnya.

Dia menambahkan, pembangunan pertanian perlu didukung melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan maupun teknologi, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan budi daya yang memperhatikan keamanan pangan dan kelestarian lingkungan.

“Kami juga terus memperkuat kemandirian pangan berbasis potensi lokal. Upaya itu dapat dimulai dari keluarga, pemanfaatan pekarangan, pengembangan tanaman pangan lokal, pelestarian benih lokal, serta peningkatan konsumsi pangan yang beragam,” tandasnya. (sa)

Berita Terkait
<