Pemkab Kotim Optimistis Pasar Rakyat Mampu Bersaing

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Rody Kamislam saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat komitmennya dalam membangun pasar rakyat agar semakin maju, tertata, dan mampu bersaing di tengah pesatnya perkembangan perdagangan modern maupun transformasi digital.

Melalui berbagai langkah strategis yang mengedepankan kolaborasi, peningkatan kualitas pengelolaan, serta pemanfaatan teknologi, pasar rakyat diyakini akan tetap menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat.

Bagi Pemkab Kotim, pasar rakyat bukan sekadar tempat berlangsungnya aktivitas jual beli. Lebih dari itu, pasar rakyat merupakan pusat perputaran ekonomi masyarakat, ruang tumbuh bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sumber penghidupan bagi ribuan pedagang dan pelaku usaha lokal yang selama ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kotim, Rody Kamislam, mengatakan, keberadaan pasar rakyat memiliki nilai strategis yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Menurutnya, perubahan pola perdagangan yang semakin modern justru harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan agar pasar rakyat semakin kompetitif tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai kearifan lokal.

“Sinergi yang kuat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pasar sehingga mampu menghadirkan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, tertib, dan memiliki daya saing tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Rody, Sabtu (25/7/2026).

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi pasar rakyat saat ini semakin kompleks. Selain bersaing dengan pusat perbelanjaan modern, para pedagang juga menghadapi perubahan perilaku konsumen yang kini semakin akrab dengan layanan digital. Kondisi tersebut menuntut adanya inovasi dan adaptasi agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Pemkab Kotim terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pasar melalui pembenahan sarana dan prasarana, penataan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, penguatan aspek keamanan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana pasar yang lebih tertib, sehat, dan memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital juga dipandang sebagai peluang besar untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat. Digitalisasi diharapkan dapat membantu pedagang memperluas jaringan pemasaran, mempermudah transaksi, meningkatkan efisiensi usaha, sekaligus membuka akses terhadap pasar yang lebih luas.

Menurut Rody, transformasi digital bukan berarti menghilangkan ciri khas pasar rakyat. Sebaliknya, teknologi menjadi alat untuk memperkuat keberadaan pasar tradisional agar mampu berkembang mengikuti perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai kebersamaan, interaksi sosial, dan budaya tawar-menawar yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan membangun pasar rakyat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi pedagang, pengelola pasar, pelaku usaha, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program pengembangan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan pasar, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia para pedagang, serta memperkuat daya saing produk-produk lokal sehingga mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis.

Rody berharap seluruh pihak terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun pasar rakyat sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Dengan kerja sama yang solid, berbagai tantangan diyakini dapat dihadapi sehingga pasar rakyat semakin berkembang, menjadi pusat perdagangan yang modern namun tetap berakar pada budaya lokal. (to)

Berita Terkait
<