Disbudpar Kotim Ajak Masyarakat Manfaatkan Wisata Lokal 

Kadisbudpar Kotim, Ramadansyah

SAMPIT, KaltengEkspres.com — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur sekolah dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata lokal yang ada di daerah tersebut.

Selain menawarkan pengalaman rekreasi bersama keluarga, meningkatnya kunjungan wisata selama masa liburan juga diharapkan mampu membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan wisata.

Kepala Disbudpar Kotim, Ramadansyah, mengatakan Kotim memiliki banyak potensi wisata yang layak menjadi pilihan masyarakat, mulai dari wisata pantai, wisata sungai hingga wisata edukasi.

“Memasuki musim libur sekolah, kami mengajak masyarakat untuk menikmati wisata di daerah sendiri karena banyak destinasi menarik yang bisa dikunjungi bersama keluarga,” ujarnya, Selasa (16/6/2026.

Salah satu kawasan wisata yang diperkirakan kembali ramai dikunjungi yakni Pantai Ujung Pandaran di Kecamatan Teluk Sampit. Kawasan tersebut selama ini menjadi ikon wisata pantai di Kotim dan selalu ramai saat akhir pekan maupun musim liburan.

Di kawasan itu terdapat sejumlah objek wisata seperti Pantai Tebing Kalap, Pantai Kobes hingga Pantai Jodoh yang kini mulai berkembang dengan fasilitas pendukung wisata yang semakin lengkap.

Menurut Ramadansyah, aktivitas wisata di kawasan pantai saat ini mulai menunjukkan peningkatan. Bahkan beberapa wahana permainan air juga mulai diminati pengunjung.

“Sekarang aktivitas wisata di kawasan pantai semakin ramai. Ini menjadi dampak positif bagi sektor wisata dan pelaku usaha masyarakat,” katanya.

Selain wisata pantai, Disbudpar juga mendorong pengembangan wisata susur Sungai Mentaya yang dinilai memiliki daya tarik khas dan berbeda dibanding daerah lain.

Kawasan sungai dari Kota Besi hingga Pulau Hanibung menawarkan panorama alam Kalimantan yang masih asri. Wisatawan juga berkesempatan melihat langsung satwa liar seperti bekantan, lutung merah hingga burung enggang di sepanjang tepian sungai.

“Wisata sungai menjadi salah satu potensi unggulan Kotim karena menawarkan pengalaman alam dan keanekaragaman hayati yang masih terjaga,” ungkapnya.

Tak hanya wisata alam, sejumlah destinasi wisata edukasi juga diperkirakan ramai selama musim libur sekolah. Di antaranya Kebun Raya Sampit, Bundaran Belanga, Islamic Center Sampit hingga kawasan desa wisata.

Salah satu desa wisata yang mulai diperkenalkan yakni Desa Lampuyang yang menawarkan pengalaman mengenal kehidupan pedesaan dan aktivitas pertanian masyarakat.

Menurut Ramadansyah, wisata edukasi dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak sekaligus memberikan pengalaman baru di luar lingkungan perkotaan.

“Anak-anak bisa belajar mengenal alam, pertanian dan kehidupan masyarakat desa secara langsung. Ini menjadi nilai tambah dari wisata lokal kita,” jelasnya.

Di tengah keterbatasan promosi akibat efisiensi anggaran, Disbudpar tetap berupaya mendorong sektor pariwisata daerah melalui keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal. (to)

Berita Terkait