Pemkab Kotim Alokasikan Rp15 Miliar untuk Atasi Banjir di Sampit

Ruas Jalan Tjilik Riwut yang kerap dilanda banjir akibat drainase tidak berfungsi maksimal. (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai serius untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan di Kota Sampit. Tahun ini, anggaran sekitar Rp15 miliar disiapkan khusus untuk pembenahan drainase di sejumlah titik strategis perkotaan.

Fokus utama penanganan diarahkan pada dua ruas jalan utama, yakni Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut. Kedua kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai titik rawan genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Sampit.

Melalui program tersebut, Pemkab Kotim berharap sistem aliran air di kawasan perkotaan dapat kembali berfungsi optimal sehingga genangan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat bisa berkurang secara bertahap.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim, Mentana Dhinar Tistama mengatakan, penanganan drainase menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah pada tahun 2026.

“Untuk pekerjaan utama tahun ini memang kami arahkan ke dua titik tersebut. Selain itu tetap ada kegiatan drainase di lingkungan, tetapi penanganan besar kami fokuskan di Jalan DI Panjaitan dan Jalan Tjilik Riwut,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, proyek drainase di Jalan DI Panjaitan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp7,35 miliar. Pengerjaan akan dilakukan pada jalur saluran air yang menghubungkan kawasan Jembatan Sungai Mentawa hingga menuju Jalan Pelita.

Menurut Mentana, pengerjaan dimulai dari sisi hilir agar saluran pembuangan menuju sungai dapat berfungsi terlebih dahulu sebelum bagian lainnya dikerjakan.

“Kalau kita kerjakan bagian atas dulu sementara pembuangannya belum siap, aliran air tetap akan tertahan. Jadi yang kami benahi lebih dulu adalah jalur utama menuju sungai,” jelasnya.

Sementara itu, penanganan drainase di Jalan Tjilik Riwut mendapat alokasi anggaran sekitar Rp7,65 miliar. Di lokasi tersebut, pekerjaan drainase akan dilakukan bersamaan dengan peningkatan badan jalan.

“Di lokasi itu pekerjaannya memang digabung. Tidak hanya memperbaiki saluran, tetapi kondisi jalan juga masuk dalam pekerjaan,” katanya.

Ruas yang menjadi sasaran penanganan berada di sekitar kawasan Wengga Metropolitan hingga menuju pusat Kota Sampit dengan panjang pekerjaan sekitar 600 meter.

Pemkab Kotim optimistis proyek tersebut dapat menjadi solusi awal dalam mengurangi banjir perkotaan yang selama ini sering terjadi saat curah hujan tinggi. Selain memperbaiki sistem drainase, proyek itu juga diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat di Kota Sampit. (to)

Berita Terkait