Pemkab Kotim Perkuat Kemandirian Fiskal dan Efisiensi Anggaran 

Wakil Bupati Kotim, Irawati

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui penguatan kemandirian fiskal dan penerapan efisiensi anggaran yang terukur, sebagai strategi utama untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Langkah ini dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai sektor.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, menegaskan bahwa membangun daerah merupakan proses panjang yang memerlukan tahapan matang, kebijakan yang konsisten, serta pengelolaan keuangan yang cermat dan bertanggung jawab.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam mengelola anggaran secara efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Efisiensi adalah memastikan setiap rupiah uang rakyat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan fokus pada program prioritas, tepat sasaran, dan berdampak langsung terhadap kebutuhan daerah,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan publik ataupun menunda program strategis. Sebaliknya, efisiensi merupakan bentuk optimalisasi penggunaan anggaran agar belanja daerah lebih fokus pada program prioritas yang mampu mendorong percepatan pembangunan.

Menurut Irawati, kebijakan efisiensi harus diarahkan pada pengurangan belanja yang kurang produktif dan penguatan alokasi pada sektor-sektor yang memiliki pengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan, penguatan sektor pendidikan, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Setiap rupiah dalam APBD harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, orientasi pembangunan harus benar-benar berbasis kebutuhan riil daerah,” tegasnya.

Selain efisiensi anggaran, Pemkab Kotim juga terus memperkuat kemandirian fiskal sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

Salah satu langkah strategis yang terus didorong adalah optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan sektor-sektor potensial, peningkatan inovasi layanan pendapatan daerah, digitalisasi sistem pemungutan, serta pengelolaan potensi daerah secara maksimal namun tetap memperhatikan prinsip keadilan dan tidak memberatkan masyarakat.

Irawati menilai, daerah yang memiliki kemampuan fiskal yang kuat akan lebih leluasa menentukan arah pembangunan sesuai karakteristik dan kebutuhan lokal, tanpa terlalu bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat.

“Kemandirian fiskal harus terus diperkuat agar pembangunan dapat berjalan berkelanjutan. Dengan kemampuan fiskal yang sehat, daerah akan lebih leluasa menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh perangkat daerah didorong untuk terus berinovasi dan memperkuat sinergi lintas sektor guna menggali potensi daerah yang belum tergarap secara optimal.

Di sisi lain, Pemkab Kotim memastikan seluruh kebijakan pembangunan tetap selaras dengan arah pembangunan nasional maupun provinsi, sehingga percepatan pembangunan dapat berjalan secara terintegrasi dan saling mendukung.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci penting dalam menghadirkan pembangunan yang merata dan berkeadilan hingga ke pelosok daerah.

Pada kesempatan itu, Irawati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai luhur falsafah Huma Betang sebagai spirit kebersamaan dalam membangun daerah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan aktif seluruh masyarakat melalui semangat gotong royong, persatuan, toleransi, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Filosofi Huma Betang mengajarkan kita untuk hidup dalam kebersamaan, saling menghargai perbedaan, dan bersama-sama menjaga daerah ini agar terus maju,”tandasnya. (to)

Berita Terkait