Pemkab Kotim Dorong Transformasi Posyandu 6 SPM

SAMPIT, KaltengEkspres.com– Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) terus memperkuat pelayanan dasar masyarakat melalui transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini hadir dengan konsep lebih luas dan terintegrasi.

Program ini tidak lagi hanya berfokus pada penimbangan balita dan imunisasi, tetapi telah berkembang menjadi layanan yang mencakup kesehatan ibu dan anak, gizi, penyakit tidak menular, hingga edukasi kesehatan keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Ketua TP Posyandu Kotim, Khairiah Halikinnor, menyampaikan bahwa penguatan Posyandu ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat, dan efektif bagi masyarakat.

“Posyandu kini tidak lagi hanya identik dengan penimbangan bayi dan imunisasi, tetapi telah berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang mendukung enam bidang SPM. Ini adalah wujud nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan sosialisasi posyandu 6 bidang SPM, di Aula Rujab Bupati Kotim, Senin (18/5/2026).

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah camat, lurah, serta kader Posyandu yang mengikuti secara luring maupun daring.

Khairiah menegaskan, keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kader Posyandu, pemerintah desa, perangkat daerah, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus pengawas sosial.

Menurutnya, Pemkab Kotim juga terus memperkuat dukungan kebijakan dan anggaran agar implementasi Posyandu 6 SPM dapat berjalan optimal hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Selain penguatan layanan, Pemkab Kotim juga memberikan perhatian serius terhadap tata kelola data dan pelaporan kegiatan Posyandu. Hal ini dianggap penting untuk memastikan seluruh program berjalan transparan, akuntabel, dan terukur secara nasional.

Operator desa dan kelurahan diminta untuk menginput data secara tepat waktu, lengkap, dan sesuai ketentuan, termasuk memastikan dokumentasi kegiatan yang diunggah valid serta tidak terjadi duplikasi data.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik yang semakin memperkuat tata kelola pemerintahan di daerah.

Dengan berbagai inovasi tersebut, Pemkab Kotim diharapkan semakin mampu memperkuat kualitas pelayanan dasar masyarakat, sekaligus menjadi daerah yang progresif dalam implementasi kebijakan nasional di bidang pelayanan publik.

“Penguatan Posyandu 6 SPM ini merupakan wujud nyata hadirnya pemerintah daerah dalam memperluas layanan dasar yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup enam bidang pelayanan publik demi menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh,” imbuhnya.

Transformasi Posyandu 6 SPM ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Pemkab Kotim dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera secara berkelanjutan.

“Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak, mulai dari kader Posyandu, pemerintah desa, hingga masyarakat, agar pelayanan dapat berjalan optimal, transparan, dan tepat sasaran hingga ke tingkat paling bawah,” pungkasnya. (to)

Berita Terkait