



PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Menjelang Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menggelar rapat koordinasi (rakor) Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) sebagai langkah persiapan untuk mengantisipasi inflasi, Kamis (12/2).
Rapat ini dibuka resmi oleh Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko.
Yuas Elko menjelaskan bahwa pada bulan Februari ini umat Muslim akan menyambut datangnya bulan Puasa Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Dari setiap datangnya Hari Besar Keagamaan, masyarakat selalu menyambutnya dengan penuh berkah, rahmat, dan sukacita,”ucap Yuas saat membacakan sambutan di Aula Bapperida Prov. Kalteng.
Karena itu, momentum Hari Besar Keagamaan juga kerap diiringi dengan peningkatan permintaan terhadap beberapa komoditas Barang Kebutuhan Pokok tertentu.
Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan hal yang sering terjadi dan berulang setiap tahunnya, seiring dengan semakin beragamnya variasi makanan yang dikonsumsi masyarakat.
Ia menuturkan bahwa peningkatan permintaan tersebut berpotensi memicu kenaikan harga dan mendorong laju inflasi apabila tidak diantisipasi secara bersama-sama.
“Kondisi peningkatan inflasi yang selalu berulang setiap tahunnya tentunya perlu kita antisipasi dan waspadai secara bersama-sama melalui sinergi dari berbagai pihak,”ujarnya.
Yuas Elko menyebutkan bahwa dinamika harga barang kebutuhan pokok, tantangan distribusi antarwilayah, hingga ketergantungan pada pasokan luar daerah kerap memicu tekanan inflasi.
Hal-hal tersebut berdampak pada fluktuasi atau naiknya harga Barang Kebutuhan Pokok, yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.
“Kenaikan harga sangat berdampak pada masyarakat kurang mampu yang semakin tertekan dengan meningkatnya harga kebutuhan pokok,”jelasnya.
Untuk itu lanjut dia, dalam Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026 yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Tengah, Yuas Elko meminta dukungan seluruh dinas dan instansi terkait.
Ia meminta agar pemerintah daerah mengintensifkan pemantauan harga dan memastikan kecukupan stok barang kebutuhan pokok di wilayah masing-masing.
“ini kita harus mendorong inisiasi kerja sama perdagangan komoditas pangan antar daerah, serta memperkuat koordinasi dengan Perum BULOG dan BUMN Pangan guna mengoptimalkan distribusi pasokan,”tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Hj. Norhani, juga berharap seluruh stakeholder dapat memperkuat sinergi, menjaga kelancaran pasokan, distribusi, perdagangan barang kebutuhan pokok, serta melakukan komunikasi publik yang positif menjelang, pada saat, dan pasca Ramadhan serta Idulfitri. (gel)