

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Dapil III, Akhyannoor, mendesak pemerintah daerah lebih serius melakukan pemerataan pembangunan, terutama di wilayah selatan. Menurutnya, masih banyak infrastruktur rusak parah yang mendesak untuk segera diperbaiki.
“Masyarakat menunggu bukti nyata. Itu janji Harati saat kampanye yang seharusnya mulai direalisasikan,” tegas Akhyannoor, Jum’at (3/10).
Ia mencontohkan sejumlah infrastruktur vital yang sudah puluhan tahun tak tersentuh, seperti Jembatan Sapihan Besar di perbatasan Basirih Hilir–Samuda Kota, Jembatan Sungai Jejangkit, dan jembatan di Desa Basirih. Padahal, fasilitas tersebut merupakan akses utama warga untuk mengangkut hasil pertanian, sekolah, hingga aktivitas ekonomi harian.
Selain jembatan, Jalan H. Muhammad Noor di Samuda Kota juga rusak parah. Selama ini perbaikannya hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Kalau dibiarkan, kerusakan ini bisa menimbulkan kecelakaan dan jelas merugikan warga,” ujarnya.
Akhyannoor juga menyoroti infrastruktur di Desa Bapinang Hilir Laut, Kecamatan Pulau Hanaut. Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa itu sudah berdiri lebih dari 34 tahun tanpa pernah direhabilitasi total. Kini kondisinya rusak parah dan tidak layak digunakan.
“Harapan kami ini segera menjadi perhatian. Kalau anggaran terbatas, bisa dilakukan bertahap, yang penting manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Ia memastikan seluruh aspirasi itu sudah disampaikan melalui hasil reses. Akhyannoor berharap pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur selatan dalam APBD 2026, agar masyarakat di kawasan tersebut tidak lagi terabaikan. (to)