



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mencatatkan capaian positif dalam pembangunan daerah. Di tengah perlambatan ekonomi dan berbagai tantangan yang masih membayangi kondisi nasional, perekonomian Kotim justru tumbuh lebih kuat pada 2025.
Tidak hanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, angka kemiskinan dan pengangguran juga berhasil ditekan, sementara kualitas hidup masyarakat terus membaik yang tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa arah pembangunan yang dijalankan Pemkab Kotim mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan infrastruktur, penguatan sektor ekonomi produktif, pemberdayaan pelaku usaha, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, mengungkapkan berdasarkan indikator makro ekonomi tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi Kotim meningkat cukup signifikan. Jika pada 2024 pertumbuhan ekonomi berada di angka 4 persen, maka pada 2025 melonjak menjadi 5,82 persen.
“Pertumbuhan ekonomi kita naik signifikan, tahun 2024 sebesar 4 persen menjadi 5,82 persen pada tahun 2025,” ujar Irawati, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat, dunia usaha, perdagangan, investasi hingga sektor-sektor produktif lainnya terus bergerak positif. Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa fondasi ekonomi daerah semakin kuat dan mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi nasional.
Selain pertumbuhan ekonomi, Pemkab Kotim juga mencatat keberhasilan dalam menurunkan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 5,83 persen atau jauh lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan nasional yang berada di level 9,25 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai program perlindungan sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi kerakyatan serta peningkatan akses terhadap layanan dasar mulai memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat.
“Kita berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 5,83 persen, lebih rendah dari angka nasional sebesar 9,25 persen,” kata Irawati.
Tak hanya itu, tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan. Dari sebelumnya 4,63 persen pada 2024 menjadi 4,39 persen pada 2025. Penurunan ini mengindikasikan semakin terbukanya kesempatan kerja seiring meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Menurut Irawati, membaiknya kondisi ketenagakerjaan menjadi salah satu indikator penting bahwa pembangunan ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah mampu memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Di bidang pembangunan manusia, Pemkab Kotim juga mencatat kemajuan yang cukup baik. Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 74,47 pada 2024 menjadi 74,96 pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin baiknya kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta daya beli masyarakat.
Meski tingkat inflasi mengalami kenaikan dari 1,18 persen pada 2024 menjadi 2,66 persen pada 2025, kondisi tersebut masih berada dalam batas yang aman dan terkendali sehingga belum memberikan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi daerah maupun daya beli masyarakat.
Irawati menegaskan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Kotim untuk terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus menjaga iklim investasi, memperkuat sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, UMKM, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan berkelanjutan. (to)