



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan. Selain menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan, Pemkab juga mulai menyiapkan berbagai penyesuaian pada sektor pendidikan dan layanan publik agar masyarakat tetap terlindungi apabila kondisi kabut asap semakin memburuk.
Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan pemerintah telah meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pendidikan serta Dinas Kesehatan, untuk terus melakukan koordinasi dan mengevaluasi perkembangan kondisi di lapangan.
Menurutnya, kebijakan di sektor pendidikan akan disesuaikan dengan tingkat kualitas udara. Selama aktivitas belajar masih dinilai aman, proses pembelajaran tetap dapat berjalan. Namun apabila kabut asap mulai mengganggu kesehatan, pemerintah akan mengambil langkah penyesuaian demi keselamatan peserta didik.
“Sudah saya sampaikan agar terus dievaluasi. Pendidikan dan kesehatan harus terus berkoordinasi. Kalau misalnya asap mulai pagi sudah pekat, tentu kita tidak mungkin membiarkan anak-anak tetap beraktivitas seperti biasa. Nanti akan disesuaikan sambil melihat perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Halikinnor, Rabu (29/7/2026).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur resmi menaikkan status penanganan bencana dari Siaga menjadi Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan serta Kekeringan.
Keputusan tersebut diambil setelah kondisi cuaca di wilayah Kotim semakin mengkhawatirkan akibat minimnya curah hujan, meningkatnya jumlah titik panas (hotspot), hingga mulai muncul kabut asap di beberapa lokasi.
Status tanggap darurat berlaku selama 28 hari, mulai 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Penetapan ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas instansi, mempermudah mobilisasi personel dan peralatan, serta memperkuat upaya pencegahan dan penanganan sebelum puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September.
Di samping langkah pemerintah, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif mencegah terjadinya karhutla. Ia mengimbau warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini.
“Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Saya mengajak seluruh masyarakat Kotim untuk menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan, dan segera melapor apabila melihat adanya titik api. Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap dampak karhutla dan kekeringan dapat diminimalkan,” imbau Halikinnor.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, relawan, dan masyarakat, upaya pengendalian karhutla serta perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan warga dapat berjalan secara maksimal selama masa tanggap darurat. (to)