



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan rehabilitasi total Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, Sampit. Langkah ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat sembari menunggu proses pembangunan jembatan permanen.
Pekerjaan rehabilitasi ditandai dengan pembongkaran seluruh lantai jembatan berbahan kayu ulin yang selama ini menjadi akses penghubung warga. Seluruh bagian lantai yang dinilai mengalami penurunan kualitas akan diganti menggunakan material baru agar jembatan dapat kembali digunakan dengan lebih aman dan nyaman.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kotim, Mentana Dhinar Tistama, mengatakan perbaikan kali ini dilakukan secara menyeluruh, berbeda dengan pemeliharaan sebelumnya yang hanya menangani bagian-bagian tertentu yang rusak.
Menurutnya, rehabilitasi menjadi langkah penting karena pembangunan jembatan permanen masih berada pada tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Oleh sebab itu, pemerintah daerah memilih mengambil tindakan cepat agar kondisi jembatan tidak semakin membahayakan pengguna jalan.
“Pemerintah tidak ingin masyarakat terus menghadapi risiko saat melintasi jembatan. Karena itu, rehabilitasi total dilakukan agar fungsi jembatan tetap berjalan dan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin sampai pembangunan permanen dapat direalisasikan,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Sebagai bentuk keseriusan dalam pelaksanaan proyek, akses menuju jembatan ditutup sementara selama pekerjaan berlangsung. Masyarakat diarahkan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan guna mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menghindari risiko kecelakaan di area proyek.
Mentana menjelaskan, pembangunan jembatan permanen masih memerlukan sejumlah tahapan lanjutan, mulai dari penyelesaian studi kelayakan, penyusunan Detail Engineering Design (DED), hingga proses perencanaan teknis lainnya. Pemerintah juga masih mengkaji berbagai aspek terkait lokasi dan konsep pembangunan yang paling tepat.
Meski demikian, Pemkab Kotim memastikan kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi tetap menjadi perhatian utama. Karena itu, rehabilitasi yang saat ini dikerjakan diharapkan mampu memperpanjang usia layanan jembatan hingga proyek permanen dapat diwujudkan.
Pekerjaan rehabilitasi ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 90 hari. Selama masa pengerjaan, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang dan menggunakan jalur alternatif yang tersedia.
Jembatan Patah selama ini menjadi salah satu akses penting bagi warga Sampit. Kondisinya yang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir kerap dikeluhkan pengguna jalan karena dianggap membahayakan, bahkan sejumlah insiden kecelakaan pernah dilaporkan terjadi akibat lantai jembatan yang rusak dan tidak rata.
Dengan adanya rehab total ini diharapkan bisa memberikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat dapat kembali terjaga, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga infrastruktur publik yang vital bagi warga. (to)