Pemkab Kotim Perkuat UMKM Lokal agar Tembus Pasar Nasional

Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau bazar swalayan UMKM yang digelar di Sampit, Rabu sore (10/6). (foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Momentum bazar swalayan UMKM yang digelar di Sampit, Rabu sore (10/6/2026), menjadi gambaran nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Bupati Kotim, Halikinnor, hadir langsung meninjau kegiatan bazar sekaligus berdialog dengan para pelaku UMKM. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa bazar bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Suasana bazar yang ramai dipadati pengunjung dinilai menjadi pertanda meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap produk lokal. Beragam produk unggulan khas Kotim mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya tampil menarik dan mendapat perhatian pengunjung.

“Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah ingin memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Ketika masyarakat datang dan berbelanja, maka ekonomi masyarakat ikut bergerak,” ujar Halikinnor.

Lebih dari sekadar meningkatkan penjualan di tingkat lokal, Pemkab Kotim kini mulai menyiapkan langkah besar agar produk-produk UMKM daerah mampu menembus pasar nasional. Halikinnor menilai potensi produk lokal Kotim sangat menjanjikan apabila didukung kualitas, kemasan, dan jaringan pemasaran yang baik.

Salah satu peluang besar yang kini mulai terbuka adalah meningkatnya konektivitas transportasi udara melalui rencana operasional pesawat Airbus A320 di Bandara Sampit. Kehadiran pesawat berbadan besar dengan kapasitas kargo yang lebih luas diyakini akan memberikan dampak positif terhadap distribusi produk UMKM ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ini menjadi peluang baru bagi UMKM kita untuk memperluas pasar. Distribusi barang akan lebih mudah dan kapasitas angkut juga lebih besar,” katanya.

Dengan akses distribusi yang semakin baik, Pemkab Kotim optimistis produk unggulan daerah seperti amplang dan berbagai hasil olahan lainnya dapat dipasarkan hingga ke luar Kalimantan, termasuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Pemerintah daerah juga terus mendorong perubahan pola pikir pelaku usaha agar tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi mulai berani meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jejaring usaha.

Selain menjadi sarana promosi, bazar UMKM diharapkan mampu membuka peluang kerja sama dengan distributor maupun pelaku usaha dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai penting agar UMKM Kotim mampu naik kelas dan menjadi kekuatan ekonomi baru yang membanggakan daerah.

Di tengah persaingan pasar yang semakin ketat, Pemkab Kotim optimistis pelaku UMKM lokal memiliki kemampuan untuk berkembang lebih besar apabila terus berinovasi dan menjaga kualitas produk.

“Harapan kita, UMKM Kotim tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu menjadi produk unggulan yang diminati masyarakat Indonesia,” tandas Halikinnor. (to)

Berita Terkait