



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali membuka peluang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di sekolah kedinasan sektor perhubungan. Kesempatan ini diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda Kotim untuk mengembangkan karier profesional di bidang transportasi melalui jalur pendidikan resmi pemerintah.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab Kotim dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang dilaksanakan di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026).
Kerja sama ini sekaligus menjadi momentum penting karena menghidupkan kembali akses pendidikan kedinasan yang sempat terhenti selama beberapa tahun terakhir. Dengan dibukanya kembali jalur ini, Pemkab Kotim berharap tidak ada lagi keterbatasan kesempatan bagi putra daerah yang memiliki minat dan potensi di sektor transportasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang perhubungan.
Menurutnya, kebutuhan tenaga profesional di sektor transportasi terus meningkat, sehingga regenerasi sumber daya manusia dari daerah menjadi hal yang sangat penting untuk disiapkan sejak dini.
“Ini merupakan upaya agar anak-anak daerah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bisa mengikuti pendidikan kedinasan di bidang perhubungan. Kami ingin potensi generasi muda Kotim benar-benar tersalurkan dengan baik,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
Ia menambahkan, kerja sama dengan Kemenhub sebenarnya bukan hal baru. Pada periode sebelumnya, Kotim pernah memiliki pola kerja sama serupa, namun sempat terhenti sejak 2016. Kini, Pemkab Kotim kembali menginisiasi komunikasi dan koordinasi agar program tersebut dapat diaktifkan kembali.
“Dulu kerja sama ini pernah berjalan, kemudian berhenti. Sekarang kami berupaya menghidupkannya kembali agar bisa dimanfaatkan masyarakat Kotim,” jelasnya.
Melalui kerja sama ini, salah satu peluang yang terbuka bagi calon peserta dari Kotim adalah pendidikan di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) di bawah Kemenhub. Lulusan dari sekolah kedinasan ini diharapkan dapat menjadi tenaga ahli di sektor transportasi darat maupun instansi pemerintah lainnya.
Meski demikian, seluruh peserta tetap harus melalui proses seleksi yang ketat sesuai ketentuan nasional. Tahapan tersebut meliputi seleksi administrasi, tes berbasis komputer (CAT), pemeriksaan kesehatan, uji kesamaptaan, hingga tahapan lanjutan lainnya.
Dengan dibukanya kembali akses ini, Pemkab Kotim berharap semakin banyak generasi muda daerah yang mampu bersaing dan lolos dalam seleksi sekolah kedinasan, sehingga ke depan dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor transportasi, baik di daerah maupun nasional. (to)