



PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Perubahan harga bahan baku plastik mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah untuk mencari solusi inovatif. Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Hj. Siti Nafsiah, menilai kondisi ini justru menjadi peluang untuk mendorong kreativitas pelaku usaha lokal.
Ia menyebutkan bahwa kenaikan harga plastik berdampak langsung terhadap biaya produksi, khususnya pada sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan, Jumat (10/04).
“Untuk para pelaku UMKM tidak tinggal diam. Mereka mulai mencari alternatif bahan kemasan yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis,”ucap Nafsiah.
Beberapa di antaranya memanfaatkan bahan kertas, daun alami, hingga kemasan berbasis biodegradable sebagai pengganti plastik konvensional.
“Mendukung langkah ini tidak hanya membantu menekan biaya produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi keberlanjutan lingkungan,”tuturnya.
Nafsiah mengapresiasi upaya pelaku usaha yang mampu beradaptasi di tengah tantangan ekonomi yang dinamis seperti saat ini.
“Perlu inovasi menjadi kunci agar UMKM tetap bertahan dan bahkan berkembang di tengah perubahan harga bahan baku,”tambahnya.
“Bahkan juga kita perlu mendorong pemerintah daerah untuk memberikan dukungan, baik dalam bentuk pelatihan maupun bantuan akses terhadap bahan alternatif,”jelasnya.
Selain itu, kolaborasi dengan pihak swasta dinilai penting untuk memperluas jaringan distribusi serta memperkenalkan produk UMKM ke pasar yang lebih luas.
Dengan kemasan yang lebih menarik dan ramah lingkungan, daya saing produk lokal diharapkan semakin meningkat.
Nafsiah menegaskan bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih peduli lingkungan harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai peluang.
“Optimistis, dengan inovasi yang terus berkembang, UMKM di Kalimantan Tengah mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan,”tandasnya. (gel)