



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Di era kepemimpinan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Hj Nurhidayah, sektor pendidikan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kobar untuk ditingkatkan.
Sejumlah upaya pun dilakukan Pemkab Kobar yang dimotori langsung oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah. Dimulai dari kebijakan mengucurkan anggaran untuk meningkatkan fasilitas pendidikan serta sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidiknya, hingga merangkul pihak perusahaan besar swasta (PBS) untuk terlibat dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Marunting Batu Aji ini.
Kepedulian Bupati terhadap dunia pendidikan di wilayah Kobar ini, menjadikannya dikukuhkan sebagai Ibunda Guru oleh Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalteng belum lama ini.
Ketua PGRI Kobar Fathruraji mengatakan, PGRI mengukuhkan Bupati Kobar Hj Nurhidayah sebagai Ibunda Guru, bentuk penghargaan atas dedikasi serta komitmen beliau dalam berupaya memajukan dunia pendidikan di wilayah Kobar.


“Selama ini beliau telah berkontribusi besar dalam berusaha meningkatkan pendidikan di wilayah Kobar. Terutama dalam segi pengambilan sejumlah kebijakan di sektor pendidikan, seperti membantu dari segi anggaran, serta peningkatan SDM tenaga pengajar maupun memberikan penghargaan kepada tenaga pendidik yang berprestasi,”ungkapnya kepada awak media, saat dikonfirmasi, Rabu (2/7).
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kobar Jamri mengatakan, selama beberapa tahun ini, pemerintah daerah telah merealisasikan kebijakan 20 persen anggaran untuk pendidikan sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.
Anggaran tersebut direalisasikan untuk belanja pegawai, peningkatan fasilitas pendidikan dan SDM tenaga pendidik. Bahkan di tahun ini, pihaknya menerapkan program membuka akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke seluruh desa, dengan target satu desa satu PAUD.
“Jadi desa-desa yang tidak terjangkau akses pendidikan, akan didatangi petugas pengajar untuk diberikan layanan PAUD. Hal ini bertujuan untuk mengatasi agar tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa membaca dan menulis,”ungkapnya.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan sekolah inklusif untuk anak berkebutuhan khusus. Anak-anak ini nantinya diperbolehkan masuk di seluruh sekolah umum agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan memiliki hak yang sama.


Senada diutarakan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar Rody Iskandar. Rody menjelaskan, bahwa selama ini sektor pendidikan menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah untuk ditingkatkan, selain dari sektor kesehatan, dan infrastruktur. Ini sejalan dengan program nawacita Presiden Prabowo.
“Karena itu pemerintah daerah mengambil beberapa kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Diantaranya dari segi anggaran untuk mendukung peningkatan fasilitas pendidikan, baik perbaikan sekolah, dan pengadaan sarana penunjang lainnya. Disamping itu juga menambah SDM tenaga pengajarnya di beberapa kecamatan yang kekurangan melalui perekrutan PPPK dan CPNS. Bahkan yang terbaru mengandeng pihak perusahaan untuk ikut berkontribusi dalam sektor pendidikan ini,”ujar Rody.
Rody juga menyebut, bahwa selama beberapa tahun terakhir ini, Pemkab Kobar telah merealisasikan kewajibannya dengan mengucurkan anggaran 20% untuk pendidikan.
Sedangkan sebelumnya, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengucapkan rasa syukur atas amanah yang diberikan oleh PGRI. Ia menegaskan bahwa gelar Ibunda Guru bukan hanya simbolik, melainkan tanggung jawab moral dan sosial untuk terus mendukung kemajuan pendidikan di daerah.
“Sebagai Ibunda Guru di Kabupaten Kotawaringin Barat, saya mendukung penuh perjuangan PGRI, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan, profesionalisme, dan perlindungan bagi guru serta tenaga kependidikan,” ujar Nurhidayah,
Nurhidayah juga menyatakan kesiapannya menjadi mitra aktif PGRI dalam menghadirkan program-program pendidikan yang inovatif dan inklusif, serta mendorong pemberdayaan guru perempuan dan peningkatan literasi guru di era digital.
“Saya mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus bersatu, memperkuat semangat kebersamaan, dan berkomitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan,”tandas Nurhidayah. (adv)