



PALANGKA RAYA, Kaltengekspres.com – Wacana pemerintah pusat untuk mendirikan sekolah rakyat sebagai langkah pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu menuai kritikan dari Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo. Sigit menilai, program tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak di wilayah Kota Palangka Raya.
Menurut Sigit, saat ini fasilitas pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah sudah cukup mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga kurang mampu. Program pendidikan gratis yang berjalan dinilai efektif dalam membuka akses pendidikan tanpa diskriminasi.
“Di Kota Palangka Raya, sekolah negeri masih memadai dan program pendidikan gratis sudah dirasakan semua kalangan. Jadi, kebutuhan untuk membangun sekolah rakyat belum mendesak,”ujar Sigit, Jumat (30/5).
Sigit menegaskan bahwa perhatian pemerintah sebaiknya difokuskan untuk memperbaiki kualitas sekolah yang sudah ada. Ia menyoroti pentingnya peningkatan mutu pengajaran, penguatan sarana dan prasarana, serta dukungan anggaran yang lebih optimal.
“Kalau ada kekurangan, ya ditingkatkan saja. Baik kualitas guru, fasilitas sekolah, maupun pendanaannya, itu yang perlu disempurnakan terlebih dahulu,” tegasnya.
Sigit juga mengingatkan bahwa membangun sekolah rakyat bukan sekadar soal mendirikan bangunan fisik. Menurutnya, perlu perencanaan matang mencakup penyediaan tenaga pendidik, keberlanjutan anggaran, kesiapan lahan, dan infrastruktur pendukung.
“Jangan sampai terjebak dalam euforia membangun lembaga baru tanpa kesiapan yang memadai. Membangun sekolah rakyat itu tidak sesederhana yang dibayangkan,” ujarnya.
Kendati demikian, Sigit tetap mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang berupaya memperluas akses pendidikan. Namun, ia menekankan pentingnya kajian komprehensif terhadap kondisi eksisting di setiap daerah sebelum kebijakan tersebut diterapkan.
“Saya tidak menolak. Tapi saya sarankan, lakukan evaluasi yang menyeluruh dulu agar program benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,”tandasnya. (gel)