Pemkab Kotim Dorong Perpanjangan Runway Bandara Haji Asan Sampit

Pesawat Airbus Super Air Jet saat mendarat di Bandara H Asan Sampit. Pemkab Kotim dorong agar runway diperpanjang. (Foto :to)

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) terus mendorong percepatan pengembangan Bandara Haji Asan Sampit, melalui rencana perpanjangan dan pelebaran landasan pacu (runway). Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas daerah sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan transportasi udara di wilayah setempat.

Pengembangan Bandara H Asan Sampit juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjawab meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin dinamis.

Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, menyatakan, bahwa pengembangan bandara merupakan kebutuhan mendesak agar infrastruktur transportasi udara di Kotim dapat mengikuti perkembangan dan kebutuhan pelayanan penerbangan.

“Perpanjangan runway ini sangat penting untuk mendukung konektivitas Kotim. Kami berharap adanya dukungan dari seluruh pihak, termasuk legislator di tingkat pusat, agar pengembangan ini dapat segera terealisasi,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026)

Ia menjelaskan, Pemkab Kotim telah melakukan berbagai langkah pendukung, mulai dari pembebasan lahan, penataan kawasan sekitar bandara, hingga penanganan hambatan keselamatan penerbangan seperti pembersihan objek penghalang di sekitar jalur penerbangan.

Selain itu, sejumlah usulan teknis juga telah diajukan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Usulan tersebut mencakup pembangunan pagar pengaman sistem buka tutup, pemindahan fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), serta peningkatan kekuatan dan panjang runway.

“Pada prinsipnya usulan tersebut telah mendapat respons positif dari Ditjen Perhubungan Udara. Namun realisasinya masih membutuhkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara itu, dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan Bandara H Asan Sampit mulai terlihat melalui alokasi APBN Tahun 2026 untuk pembangunan pagar pengaman di sisi barat landasan pacu. Program tersebut menjadi bagian dari peningkatan aspek keselamatan penerbangan dengan nilai anggaran sekitar Rp1,4 miliar.

Raihansyah menilai, perhatian tersebut menjadi sinyal positif terhadap keberlanjutan pengembangan bandara di Kotawaringin Timur.

“Kami juga menyampaikan terima kasih karena melalui APBN 2026 telah dialokasikan anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk pemagaran area sisi barat runway. Ini merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat terhadap peningkatan keamanan bandara,” ungkapnya.

Pemkab Kotim menilai pengembangan Bandara H Asan Sampit akan memberikan dampak luas bagi daerah, mulai dari peningkatan aksesibilitas, penguatan sektor perdagangan dan investasi, hingga membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat. (to)

Berita Terkait