



SAMPIT, KaltengEkspres.com – Insiden pertumpahan darah antara paman dan keponakan menggemparkan warga Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawarinign Timur. Bahkan dalam kejadian itu, pria berinisial TU harus meregang nyawa dengan luka bacok akibat tebasan senjata tajam (sajam) dari keponakannya sendiri HI.
Kapolres Kotim AKBP Sarpani melalui Kasat Reskrim AKP Besrom Purba ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap HI dan saat ini masih menjalani proses penyidikan.
“Pelaku yang merupakan keponakan dari korban sendiri telah kami amankan,” kata Besrom, Kamis (15/2/2024).
Terkait motif dan kronologi kejadian, kata Besrom, masih belum dapat pihaknya jabarkan mengingat masih dilakukan penyidikan mendalam. Hanya saja dibenarkan jika korban mengalami luka parah akibat tebasan senjata tajam.
“Untuk motif perkelahian ini masih dalam penyidikan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan kembali,” ucapnya.
Sementara itu menurut informasi lapangan menyebutkan jika perselisihan antara paman dan keponakan tersebut diduga kuat dipicu oleh perebutan harta warisan. Pelaku dan korban kemudian terlibat perdebatan hingga perkelahian mematikan. (ran)