Home / Budaya/Wisata / Pemko Palangka Raya

Rabu, 14 Desember 2022 - 07:05 WIB

Pemko Gelar Ritual Mamapas Lewu

Plt, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya Harry Maihadi, saat menghadiri ritual budaya Mamapas Lewu, di Kantor Disparbud Palangka Raya, Selasa (13/12). (Foto : asro).

Plt, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya Harry Maihadi, saat menghadiri ritual budaya Mamapas Lewu, di Kantor Disparbud Palangka Raya, Selasa (13/12). (Foto : asro).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Palangka, menggelar Ritual Mamapas Lewu tahun 2022.

Ritual Ma’mapas Lewu merupakan ritual suku Dayak bertujuan untuk membersihkan wilayah/daerah dari pengaruh jahat atau hal – hal buruk, baik yang disebabkan oleh manusia maupun oleh roh-roh jahat dalam kehidupan.

Sementara itu Ma’arak Sahur merupakan ungkapan rasa syukur kepada yang Maha Kuasa. Sedangkan Manggantung Sahur Lewu sebagai wujud permohonan kepada yang Maha Kuasa agar Kota Palangka Raya selalu dijaga dan dilindungi dari hal buruk akibat perbuatan manusia maupun roh jahat.

Baca Juga :  Pemilik Usaha THM Diimbau Patuhi Pajak

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Plt, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya Harry Maihadi .

Membacakan sambutan Wali Kota Palangka Raya, Harry Maihadi mengatakan, bahwa ritual mamapas lewu ma’arak sahur dan menggantung sahur lewu merupakan agenda tahunan Pemerintah Kota Palangka Raya bekerjasama dengan pihak majelis daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya dan dilaksanakan setiap menjelang akhir tahun.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun agar Kota Palangka Raya selalu dijaga dan dilindungi dari hal-hal buruk,” kata Harry.

Harry juga menyebutkan bahwa pelaksanaan ritual ini merupakan salah satu upaya Pemko Palangka Raya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya leluhur serta kearifan lokal masyarakat Dayak Kalimantan Tengah agar tidak punah dan tergusur oleh perubahan zaman.

Baca Juga :  Pemko Launching Mobil Uji KIR Portable

“Ritual ini merupakan kegiatan yang penting sebagai wahana untuk memelihara, melestarikan dan mengembangkan budaya Dayak agar tetap lestari serta sebagai bentuk ucapan syukur kepada yang Maha Kuasa atas penyertaannya dalam kehidupan manusia,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa kegiatan ini juga merupakan wujud kebersamaan seluruh masyarakat Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya dengan senantiasa menjunjung tinggi filosofi Huma Betang, dengan mengedepankan belom bahadat (hidup beradat) dalam bingkai NKRI. (asro)

Share :

Baca Juga

Pemko Palangka Raya

Cegah Kenaikan Harga, Pemko Gelar Pasar Murah

Pemko Palangka Raya

SPBU Masih Membandel, Disdagkop Surati Pertamina

Pemko Palangka Raya

Pemko Palangka Raya Terapkan 75 Persen WFH

Pemko Palangka Raya

Tidak Ada Klaster Pemudik di Palangka Raya

Metro Palangka Raya

Laporkan Jika Ada Oknum Jukir Nakal

Pemko Palangka Raya

Pejabat Harus Peka Terhadap Masalah Sosial

Pemko Palangka Raya

Pemko Raih Piagam Penghargaan Penilaian Kinerja Debitur

Pemko Palangka Raya

Waspada Banjir Luapan Air Sungai Kahayan