Home / Budaya/Wisata

Kamis, 29 September 2022 - 07:15 WIB

Umat Hindu Palangka Raya Kremasi Jenazah

Umat Hindu Bali Palangka Raya saat melaksanakan ritual kremasi jenazah, Rabu (28/9).

Umat Hindu Bali Palangka Raya saat melaksanakan ritual kremasi jenazah, Rabu (28/9).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Umat Hindu Bali di Kota Palangka Raya melaksanakan prosesi kremasi jenazah di Tempat Pemakan Umum (TPU) Komplek Pura Dalem Prajapati Jalan Tjilik Riwut Kota Palangka Raya, Rabu (28/9/2022) kemarin.

Kremasi ini merupakan salah satu ritual pembakaran jenazah khusus digunakan oleh masyarakat Hindu Bali. Masyarakat Hindu percaya bahwa melalui proses kremasi menjadi sebuah proses untuk mengantarkan jenazah menuju kehidupan selanjutnya.

Berbeda dengan pemakaman jenazah pada umumnya, ritual ini tidak disertai dengan isak tangis karena keluarga meyakini bahwa orang yang meninggal tersebut hanya pergi untuk sementara waktu dan akan bereinkarnasi atau menemukan peristirahatan terakhir di Moksha, yaitu suatu keadaan ketika jiwa telah terbebas dari reinkarnasi dan roda kematian. Selain itu dipercaya juga menjadi simbol penyucian roh dari orang yang telah meninggal.

Baca Juga :  Eksotis Hutan Wisata Jurung Mulai Dibidik Warga

Menurut Ketut, salah seorang warga mengatakan, proses kremasi ini dilaksanakan di bantu warga Hindu Bali yang terdapat dalam kelompok warga yang tinggal di Palangka Raya yang secara bergotong royong membantu warga baik dalam keadaan suka maupun duka.

“Mulai dari acara rumah duka sampai proses kremasi hari ini, kami sebagai warga Hindu Bali yang tinggal di Kota Palangka Raya turut membantu sarana dan prasarana upacara kremasi ini sebagai bentuk kebersamaan kita sebagai manusia khususnya warga Hindu Bali untuk membantu sesama yang sedang mengalami musibah,”ucapnya.

Baca Juga :  Pesona Tebing Tinggi, Objek Wisata Alam Bernuansa Sejarah

Ketut menjelaskan, setelah proses kremasi jenazah ini dilakukan Tahapan selanjutnya yakni pengulapan, yaitu abu jenazah yang diambil dimasukan ke dalam wadah/kendi sebagai simbol kemudian dilantunkan doa dan setelah itu dibawa oleh pihak keluarga untuk dilarung. Pihak keluarga akan melepaskan atau melarungkannya sebagai tanda pelepasan dan penyatuan jiwa pada Sang Pencipta. (as/hm)

Share :

Baca Juga

Budaya/Wisata

Ini Prosesi Ritual Warga Hindu Kaharingan

Budaya/Wisata

Pemko Gelar Ritual Mamapas Lewu

Budaya/Wisata

Warga Dayak Parahangan Ritual Mampakan Sahur

Budaya/Wisata

Indahnya Pantai Tanjung Keluang

Budaya/Wisata

Melestarikan Orangutan, Merawat Peradaban

Budaya/Wisata

Pawai Ogoh-Ogoh Jadi Salah Satu Promosi Wisata

Budaya/Wisata

Warga Pulau Kaladan Ritual Adat Mamapas Lewu

Budaya/Wisata

Pesona Wisata Air Terjun di Desa Takajung