



Kuala Kapuas, KaltengEkspres.com – Sekretaris Daerah(Sekda) Kapuas Drs Septedy,M.Si. mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah, diikuti secara virtual di Ruang Rapat Bupati Kapuas, Jumat (09/4/2021).
Selain Sekda, juga hadir dalam rapat tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Salman, Kepala Bagian Administrasi SDA Setda Kapuas Apollonia dan beberapa OPD terkait.
Rakor secara virtual ini juga diikuti oleh Gubernur Kalimantan Tengah yang di wakili oleh Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng Drs.H. Nurul Edy, Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko.
Walikota Palangka Raya Fairid Naparin serta oleh Instansi vertikal yang memberikan paparan diantaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Prov. Kalteng Rihando, Kepala BPS Provinsi Kalteng Eko Marsono, Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divisi Regional Kalimantan Tengah, Mika Ramba dan dari BMKG Palangka Raya Warko.
Dalam sambutannya Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri, menyampaikan bahwa ini merupakan kegiatan strategis yaitu wujud sinergi dan komitmen bersama dalam rangka menjaga tingkat inflasi.
“Inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus menurun, sehingga berpengaruh terhadap standar hidup masyarakat yang juga mengalami penurunan, dimana yang miskin akan semakin miskin karena efek inflasi yang tinggi,” paparnya.
Menurut Fahrizal Fitri perlu dipahami bahwa adanya inflasi dapat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat dan daerah. Bagi masyarakat umum, inflasi menjadi suatu perhatian, karena inflasi berpengaruh terhadap kesejahteraan hidup dan bagi dunia usaha, laju inflasi merupakan faktor yang sangat penting dalam membuat berbagai keputusan.
Dia juga menyapaikan bahwa TPID Provinsi Kalteng sendiri telah melakukan terobosan-terobosan dan koordinasi yang intensif, dalam rangka menjaga kesetabilan harga dengan focus utama yaitu Komoditas harga pangan bergejolak (volatile food).
“Sudah menjadi tugas Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, bersama instansi vertikal yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, untuk menjaga stabilitas harga dan kelancaran pasokan komoditi pangan di tengah masa Pandemi Covid-19 dan menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri serta adanya Fenomena La Nina yang membuat curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini. Maka diperlukan upaya lebih untuk melakukan koordinasi guna pengendalian inflasi.” Pungkasnya.
(yan/rif).