Home / Kotim

Kamis, 14 Januari 2021 - 10:04 WIB

Kemunculan Buaya Gegerkan Warga Pelangsian 

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Warga Gang Mawar Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Selasa (12/1/2021) siang, sontak dihebohkan dengan kemunculan seekor buaya jenis muara disekitar pemukiman mereka.

Dari informasi yang terhimpun, kemungkinan predator tersebut muncul untuk berjemur sekitar pukul 14.00 Wib sampai 16.40 Wib sore, pada semak-semak yang tidak jauh dari pinggir sungai mentaya.

Warga yang melihat kejadian ini pun ada yang mendokumentasikannya melalui video, dan kemudian melaporkan ke pihak Kantor Desa.

“Iya benar ada laporan warga ada buaya muncul disekitar Gang Mawar, kejadian ini sudah kita laporkan ke pihak Polsek Ketapang dan juga BKSDA,” kata Kepala Desa Pelangsian, Ismail, rabu (13/1/2021).

Baca Juga :  Kicauan Adullah Fawaid di Medsos Menuai Polemik

Sementara itu, Komandan Pos jaga Balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Sampit, Kalimantan Tengah, Muriansyah, telah menindak lanjuti laporan munculnya buaya tersebut. Dan dari hasil penelusuran dari saksi dan juga dokumen video warga, diperkirakan ukuran buaya sekitar 3 meter.

“Meski sempat terhambat faktor cuaca, namun setelah mengumpulkan keterangan warga, dibantu anggota Polsek Ketapang dan Manggala Pos Sampit, selanjutkan kami memasang 1 set pancing Buaya menggunakan umpan 1 ekor bebek,” terang Muriansyah.

Dengan semakin seringnya buaya muncul dalam 1 bulan ini di sekitar sungai Desa Pelangsian, Bahkan Buaya terlihat muncul sore hari dengan kondisi siang hari, tentunya dirinya mengimbau pada warga agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama diwaktu subuh, pagi, sore dan malam hari.

Baca Juga :  Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kebun PT BUM

“Kita juga memberikan pengarahan pada warga untuk berhati-hati saat beraktivitas di sungai terutama malam hari. Kami juga mengingatkan jangan buang sampah rumah tangga dan bangkai binatang ke sungai, dan jangan pelihara ternak di tepi atau diatas sungai,” paparnya.

Sementara terkait dengan kejadian serangan buaya pada seorang nenek jumat 1 Januari 2021 lalu, pihaknya belum bisa memastikan apakah buaya tersebut yang menyerangnya, mengingat ukurannya yang sekitar 3 meter.

“Kalau melihat ukurannya, kayaknya beda dengan yang menyerang nenek. Yang menyerang nenek itu ukurannya lebih dari 3 meter,” tandasnya. (By)

Share :

Baca Juga

Kotim

Saat Direnovasi Satgas TMMD, Masyarakat Lebih Rajin Beribadah ke Musala

Kotim

Pemberian Bekal Wawasan Kebangsaan TMMD kepada Santri Bertujuan Mulia

Kotim

Sidak Swalayan, Tim Gabungan Temukan 27 Merek Makanan Kaleng Bercacing

Kotim

Luka Berat di Kepala, Korban Penabrak Mobil Kijang Akhirnya Meninggal Dunia

Kotim

Rehab Jembatan Handil Samsu Dilanjutkan

Kotim

Busett!! Bobol Gedung Walet Warga Basirih, Pria Asal Kobar Ini Dibekuk Polisi

Kotim

Tugas Belum Usai, Pujian dari Masyarakat Terus Berdatangan

Kotim

Penjaga Kebun Tewas Gantung Diri di Pondok
error: Content is protected !!