Home / DPRD Kotim

Rabu, 13 Januari 2021 - 17:44 WIB

Dewan Minta Kendaraan Melebihi Muatan Ditertibkan

Truk fuso saat melintas di Jalan HM. Arsyad yang kini mulai rusak parah dan banyak berlubang, Rabu (13/1).

Truk fuso saat melintas di Jalan HM. Arsyad yang kini mulai rusak parah dan banyak berlubang, Rabu (13/1).

SAMPIT, KaltengEkspres.com – Kerusakan jalan di Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), seperti di Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan, Pelita Barat HM Arsyad, Kapten Mulyono dan Jalan Kembali jalur akses menuju Pelabuhan Bagendang, sudah sangat memprihatinkan.

Bahkan banyak ditemukan lubang yang cukup dalam, sehingga sangat membahayakan bagi pengendara yang melintasi jalan itu, terutama kendaraan roda dua.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim (Kotim), M. Kurniawan Anwar meminta Pemerintah Daerah melalui SOPD serta institusi penegak hukum terkait, agar menertibkan kendaraan angkutan berat yang membawa muatan melebihi batas kemampuan badan jalan.

Baca Juga :  Perusahaan Sawit Harus Perhatikan Limbahnya

“Kalau memang menyalahi aturan dengan mengangkut melebihi kemampuan badan jalan yang hanya berkapesitas 8 ton, tindak tegas jangan tebang pilih. Sebab jalan didalam kota sudah banyak yang rusak, dan itu juga sangat membahayakan pengguna jalan,” ujarnya, rabu (13/1/2021).

Menurut Politikus muda dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, jalan lingkar selatan merupakan jalur yang diprioritaskan untuk kendaraan angkutan berat, namun dengan kondisi yang rusak parah sekitar 3 kilometer, membuat kendaraan besar mencari altetnatif jalan lain sehingga masuk melintasi jalan dalam kota, dampaknya kota pun menjadi rusak.

“Akibat kendaraan berat yang umumnya membawa crude palm oil (CPO) dan juga Kontainer dengan berkapasitas 20 ton lebih, sedangkan kemampuan badan jalan kota hanya 8 ton, pastinya tidak mampu menahan beban itu dan kerusakan jalan tidak bisa dihindari lagi,” paparnya.

Baca Juga :  DPRD Kotim Sepakat Tunda Reses Perseorangan

Penertiban angkutan yang melebihi tonase sudah selayaknya digalakan, jangan sampai terus dibiarkan yang dampaknya merugikan masyarakat dan juga daerah.

“Kami berharap Dinas PUPR serta Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim dan Provinsi menindaklanjuti ini, kalau pemerintah tidak mampu bisa saja memanggil pihak perusahaan yang armadanya melintasi jalan itu untuk patungan biaya memperbaiki kerusakan tersebut,” tandasnya.(By)

Share :

Baca Juga

DPRD Kotim

Dewan Kritik Pekerjaan Proyek Drainase di Jalan Protokol

DPRD Kotim

Hasil Kesepakatan RDP Tak Digubris, Dewan Meradang

DPRD Kotim

Dewan Koordinasi ke Kemenhub Terkait Penerapan E-Parking

DPRD Kotim

Dewan Dorong Insentif Ketua RT/RW Ditambah

DPRD Kotim

Masyarakat Diminta Ikut Berperan Berantas Narkoba 

DPRD Kotim

Dewan Minta Pemkab Kotim Tindak Tegas Hotel Tak Miliki Izin Amdal

DPRD Kotim

Fraksi PDIP Pilih Diam Saat Rapat Internal

DPRD Kotim

Dukungan Promosi Produk Kerajinan Daerah Masih Kurang
error: Content is protected !!