Home / Kapuas

Senin, 9 November 2020 - 10:02 WIB

Kades Kaburan Keluhkan Sikap PT Wana Catur Jaya Utama Yang Tidak Transparan

Kuala Kapuas,KaltengEkspres.com –Ketua koperasi Sejahtera yang bekerja sama dengan Perusahaan Perkebunan Sawit PT Wana Catur Jata Utama yang berada di Desa Kaburan Kecamatan Pasak Telawang Kabupaten Kapuas mengeluhkan atas ulah perusahaan yang tidak membayar hak petani plasma selami beberapa tahun ini.

Ketua koperasi Sejahtera, Abdurahman mengaku sangat kecewa atas sikap pihak perusahaan yang tidak membayar hak-hak angggota petani plasma yang tergabung dalam koperasi Sejahtera dengan anggota sebanyak 50 orang, karena pihaknya tidak tahu berapa untuk operasional perbulan, hasil buahnya juga tidak tahu dan gaji terlambat, biasanya tanggal 7 mundur sampai tanggal 20, itu gaji karyawan dia yang masuk di situ.

“Insentif sejak Desember tahun 2018 sampai hari ini baik itu insentif koperasi maupun untuk pemerintah desa belum dibayar. Hasil panen buah juga kami tidak tahu yang biasa kami terima per triwulan itu 66 juta Itupun kadang-kadang 3 sampai 9 bulan tidak dibayar.” Jelas Abdurahman yang juga merupakan Kepala Desa Kaburan kepada Kalteng Ekspres com Minggu (8/11/2020).

Baca Juga :  Hari Kedua, Puluhan Pengendara Terjaring Razia Zebra

Ia juga menjelaskan, yang menjadi kekecewaan dirinya dan anggota plasma itu yang pertama budgetnya tidak transparan, perawatan hampir tidak ada dan sebagian kecil yang sudah dirawat dan lebih banyak yang belum dirawat, sedangkan ini kan bekerja sama.

“Jalan untuk panen juga tidak dibikin, laporan hasil pun tidak pernah kami terima. Semua budget tentang kegiatan perusahaan kami tidak tahu. Seharusnya yang namanya bermitra ini kan koperasi punya kewenangan untuk mengecek dan mengaudit karena kerja sama itu tertuang dalam perjanjian.” Jelas Abdurahman.

Masih dikatakan Abdurahman, pihaknya sudah menyurati manager beberapa kali tapi manajer yang ada di perusahaan itu menunggu pimpinan yang ada di pusat.Setelah ketemu pimpinan yang dari pusat dia tidak ada waktu juga untuk berbicara.

Baca Juga :  Bawa Sabu dan Pil Zenith, Dua Pria Banjarmasin Diciduk Polisi

“Ini artinya ada unsur kesengajaan karena yang sifatnya kerjasama itu harus transparan. Mohon kalau bisa agar pihak perusahaan melaksanakan kegiatan di lapangan transparan, jika tidak maka saya akan melaporkan ke pemerintah, soalnya perusahaan ini bekerja sama dengan masyarakat dengan membentuk plasma sejak tahun 2013 tanah ini pun berasal dari tanah masyarakat ada kebun karet yang juga di babat,” katanya.

Menurutnya SHU hampir 6 bulan ini juga tidak dibayar, insentif sejak Desember 2018 tidak dibayar apakah itu masih jalan atau tidak sedangkan dia sebagai ketua koperasi sepeser pun tidak ada gaji.

Sementara itu, Manajer PT Wana Catur Jaya Utama, Arnold yang dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa mengenai insentif untuk koperasi dan Pemerintah Desa itu tidak wajib dibayar.

“Itu hanya bantuan sukarela dari perusahaan,” jelasnya.

Arnold tidak ingin bicara lebih jauh dan dia mengatakan saat ini dia sedang cuti.(yan/rif).

Share :

Baca Juga

Kapuas

Pemburu Daging Bekantan Diciduk Polisi

Kapuas

Diguyur Hujan Lebat, Jembatan Penghubung Timpah-Kapuas Tengah Putus

Kapuas

Adu Kuat, Dua Pelajar Tewas Terpental

Kapuas

Dua Perampok Kapal Dagang Dibekuk Polisi, Satu Tumbang Didor

Kapuas

Korsleting Arus Pendek AC, Kafe Telawang Nyaris Berkobar

Kapuas

Empat Bangunan Rumah Warga di Kapuas Hangus Terbakar

Kapuas

Akibat Perkataan, Tangan Kanan Yadi Putus Disabet Parang

Kapuas

Pelaku Penusukan Warga Lupak Dalam Diringkus Polisi
error: Content is protected !!