Warga Pasak dan Mandau Talawang Keluhkan Minimnya Jaringan Listrik

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng Tomy Irawan

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Sejumlah masyarakat di Kecamatan Pasak Talawang dan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, mengeluhkan terkait minimnya jaringan listrik dan juga sinyal komunikasi di wilayah tersebut.

Akibatnya, masyarakat di dua kecamatan tersebut merasa bahwa daerahnya sebagai wilayah yang tertinggal dan terisolir. Pasalnya, masyarakat tidak pernah mendapat informasi dari daerah luar yang merupakan jendela pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Tomy Irawan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (17/8/2020)

“Kedua kecamatan tersebut kan posisinya yang paling ujung, tidak bisa dijangkau melalui jalur darat melainkan hanya melalui jalur sungai saja. Jadi mereka merasa tertinggal karena tidak mendapat informasi apapun dari luar sebagai dampak dari susahnya jaringan komunikasi serta aliran listrik di kedua wilayah tersebut,” kata Tomy Irawan.

Lebih lanjut dikatakan, masyarakat setempat meminta kepada pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng dan juga pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat, agar menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh dua kecamatan di Kapuas tersebut. Pasalnya, peningkatan jaringan listrik dan komunikasi dinilai sangat membantu mempermudah aktivitas masyarakat, baik di sektor peningkatan perekonomian masyarakat dan proses belajar-mengajar para siswa di wilayah setempat.

“Harapannya, solusinya dapat segera ditemukan, mungkin bisa saja dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan juga Tower Sinyal Komunikasi, sehingga masyarakat yang berada di sepanjang sungai itu tidak menjadi masyarakat yang tertinggal dan terasing. Dan juga anak-anak usia sekolah bisa belajar dengan baik karena adanya jaringan listrik,” ucap Ketua Fraksi Gabungan dari Partai PAN. (Ra)

Berita Terkait