



PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melakukan monitoring ke pelabuhan guna meninjau penanganan Covid-19 di wilayah Kerja Pelabuhan dan peningkatan sarana dan prasarana, Senin (18/5/2020).
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kobar, Tuslam Amirudin menjelaskan, saat melakukan kunjungan ke pelabuhan di dampingi Kepala Dinas Perhubungan Kobar Fitriyana dan instansi terkait lainnya. Adapun yang di kunjungi adalah Pelabuhan Tempenek dan Pelabuhan Panglima Utar Kumai.
“Pada saat monitoring ke Pelabuhan Tempenek, terkait pelabuhannya kita mendorong agar ke depan bisa ditingkatkan lagi frekuensi kapal yang masuk, untuk saat ini kapal yang masuk baru ada satu kapal dengan tujuan pelabuhan Kendal, kita akan mencoba untuk menjajaki kemungkinan rute pelabuhan lain, karena kerjasama selama ini baru dengan pelabuhan Kendal,” kata Tuslam Amirudin.
Lanjutnya, bila memungkinkan bisa kerjasama dengan Pelabuhan di daerah Jawa Timur sehingga aktifitas pelabuhan roro di Tempenek akan lebih ramai lagi, namun demikian Pemerintah Daerah maupun Provinsi harus terlebih dahulu menyiapkan infrastruktur jalan yang lebih memadai lagi.
” Untuk meningkatkan aktifitas di Pelabuhan Tempenek, tentunya infrastruktur jalan harus kita benahi terlebih dahulu, termasuk sarana dan prasarana di pelabuhan tersebut. Jika kita dongkrak lagi maka ke depannya akan meningkatkan pendapatkan daerah, mengingat pemerintah pusat telah menyerahkan pengelolaan pelabuhan tempenek itu kepala daerah,” ujar Tuslam Amirudin yang juga sebagai Ketua Fraksi PAN-PKS DPRD Kobar.
Tuslam juga menambahkan selain ke pelabuhan Tempenek, Komisi C juga monitoring ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai dalam hal pencegahan Covid-19.
” Hasil monitoring kami ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai, disana khusus pelabuhan penumpang telah menerapkan protokol kesehatan, sehingga bagi penumpang baik yang baru masuk ke pelabuhan termasuk yang akan berangkat harus melalui pemeriksaan yang ketat, hal ini guna pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Tuslam. (yus)