Gubernur Kalteng Siap Kucurkan Rp50 M untuk Tangani Corona

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran usai menggelar rapat di sebuah hotel di Pangkalan Bun, Sabtu (21/3/2020). Foto : yus

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Gubernur Kalimantan Tengah H Sugianto Sabran menegaskan akan merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng 2020 guna menyiapkan dana penanganan virus corona di Kalteng.

Sugianto Sabran menyebutkan, saat ini sejumlah rumah sakit di Kalteng kekurangan alat pelindung diri (APD) bagi tim medis. Alat itu digunakan tim medis untuk menangani pasien isolasi virus xorona.

“Kita sedang kekurangan disinfektan, kemudian alat pelindung diri seperti baju, masker dan lainnya,” ungkap Sugianto Sabran kepada awak media usai memimpin rapat tertutup di Hotel Swiss Bell Pangkalan Bun, Sabtu (21/3/2020).

Secara medis lanjut dia, siap terdapat dokter spesialis ada 228 orang, dan dokter umum ada 560-an, perawat kurang lebih ada sekitar 6 ribuan dan juga bidan kurang lebihnya ada sekitar 3 ribuan.

“Artinya kami siap, namun dari segi alatnya yang akan kita perhatikan yakni alat pelindung diri,” paparnya.

Karena kekurangan itu, Gubernur mengaku sudah menggelar rapat koordinasi dengan para pimpinan rumah sakit dan meminta segera mengusulkan besaran anggaran untuk penanganan corona di masing-masing rumah sakit.

“Kita sudah putuskan akan revisi anggaran buat pengadaan bahan-bahan yang kurang tadi,” kata Sugianto Sabran.

Sugianto mengungkapkan, bahwa Kalteng sudah menyiapkan dana sebesar Rp 50 miliar guna penanganan corona. Dana tersebyt sudah tersedia di anggaran tak terduga.

“Rp 50 miliar itu dana stand by. Tapi masih bisa ditambah jika ada kebutuhan lagi yang harus dialokasikan,” ujar Sugianto.

Oleh karena itu, tambah dia, masih ada kemungkinan direvisi untuk penambahan anggaran.  Kini, pihaknya sedang menunggu usulan kebutuhan dana dari RSUD rujukan yang ada di Kalteng.

Sementara untuk pengadaan barang medis, rumah sakit dan Dinas Kesehatan Kalteng juga harus menunggu ketersediaan alat pelindung diri, masker, hand sanitizer dan lainnya yang kini stok sedang kosong.

“Jadi kita menunggu saja. Tapi semua itu akan diupayakan sesegara mungkin,” tandasnya. (yus)

Berita Terkait