



PURUK CAHU, KaltengEkspres.com – Anggota DPRD Murung Raya (Mura), Tuti Marheni menyebut, sampai saat ini insentif tenaga pengajar baik SD dan TK yang bertugas di pelosok desa terutama di Desa Tumbang Bauh dan Desa Baloi masih sangat kecil.
Kondisi ini membuat para guru tersebut mengeluh, karena mereka hanya mendapat besaran insentif Rp 250 ribu perbulan.
“Mungkin solusinya akan kita coba lakukan pembahasan revisi Perbup sehingga kedepannya kenaikan insentif ini dapat kita perjuangkan,”ujarnya.
Menurutnya, melalui revisi Perbup ini nanti dapat dituangkan seperti adanya bantuan kenaikan melalui bantuan dana desa untuk para guru honorer dipedesaan.
Selain itu juga masalah besaran anggaran juga perlu diperhatikan kenaikan menyesuaikan dengan APBD Mura saat ini yang masih terbatas.
“Jadi penentuan nilai untuk insentif guru honorer juga harus menyesuaikan dengan APBD kita, jadi angka kenaikan jadi dapat menjadi acuan bagi setiap desa,”tandasnya. (ari)