Gubernur Kalteng Minta Kebutuhan Tanggap Darurat Segera Dikaji

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran saat memimpin rakor penanganan karhutla Kamis (19/9/2019).

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Setelah ditetapkannya Status Tanggap Darutat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Gubernur Kalteng Sugianto Sabran langsung menggelar rapat penanganan darurat Karhutla, Kamis (19/9/2019). Dalam rapat tersebut, Sugianto meminta kepada jajarannya segera melakukan pengkajian kebutuhan tanggap darurat, termasuk layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Pemprov Kalteng juga telah melakukan langkah-langkah cepat dengan mengirim surat ke Presiden RI untuk meminta bantuan peralatan dan penambahan pasukan reaksi cepat pemadam kebakaran dari TNI,” ungkap Sugianto Sabran pada acara Rapat Penanganan Darurat Bencana Karhutla, Kamis (19/9/2019).

Menurut Sugianto, hari ini juga dilaksanakan rencana operasi tanggap darurat, dengan ditetapkan satu posko media center sehingga nantinya bisa berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota mengenai kondisi karhutla. Semuanya bergerak dengan satu komando di bawah pimpinan gubernur.

Kemudian Pemprov Kalteng juga melakukan langkah upaya penyelamatan terhadap korban bencana. Kmeudian Pemprov bersama Pemkot menyediakan rumah sakit atau rumah singgah oksigen, contohnya di Kotim ada 17 rumah singgah oksigen.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk ditambah”, tegasnya.

Menurutnya, untuk korban terpapar kabut asap,  kalau memang harus diungsikan, Pemprov siap melakukan langkah-langkah cepat dengan menyediakan penampungan, misalkan di hotel Dandang Tingang atau hotel lain yang tidak terkontaminasi asap.

“Kita juga fokus kepada masyarakat yang rentan terkena dampak kabut asap, seperti anak-anak, orang tua dan ibu hamil untuk mendapat penanganan intensif. Saya sudah perintahkan Kadis Kesehatan dan RSUD Doris Sylvanus untuk mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan,” tandasnya. (ed/adv)