Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pangkalan Bun Tak Sehat

Penumpang saat hendak berangkat di Bandara Iskandar Pangkalan Bun Jumat (6/9).

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Kualitas udara di Kota Pangkalan Bun semakin hari semakin memburuk disebabkan oleh kabut asap yang semakin pekat akibat maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Angka Indeks Standar Pencemar Udara Lanud Iskandar Pangkalan Bun saat ini menunjukan kondisi tidak sehat.  Bahkan akibat kabut asap ini, pesawat yang akan landing mengalami keterlambatan/delay disebabkan kabut asap menyelimuti udara kawasan Bandara Iskandar Pangkalan Bun dengan jarak pandang pada pukul 07.00 – 08.00wib 700 m – 1000 M.

“Jarak pandang normal minimal 2000 M. Adapun Pesawat yang mengalami Delay, Trigana Air IL 712 SUB – PKN Nam Air IN 190 CGK-PKN Trans Nusa  8B 664 PKY – PKN Wings Air IW 1375 SMQ – PKN, untuk Delay hari ini selama 1 jam 30 menit, Pesawat bisa landing di Bandara Iskandar Pangkalan Bun pada Pukul 08.30 wib,” ungkap Kepala Bandara Lanud Iskandar Zuber kepada Kalteng Ekspres..com Jumat (6/9/2019).

Berdasarkan data Kemen LHK RI lanjut dia, kondisi lebih parah terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dengan udara yang sudah sangat tidak sehat, pertikular PM10 berada diangka 213″, terang Zuber. Untuk kualitas udara PM 10 terbagi menjadi 5 kategori utama.

“Kadar PM10 0 sampai 50 menunjukan udara baik. Kemudian kadar PM10 51 sampai 100 menunjukan kualitas udara sedang.  Setelah itu kadar PM10 101 sampai 199 menunjukan kualitas udara tidak sehat,”ujarnya.

Sedangkan kadar PM10 200 sampai 299 menunjukan kualitas udara sangat tidak sehat. Udara dikatakan berbahaya jika PM10 sudah mencapai angka 300 sampai 50.000. (yus)