Aparatur Desa dan Kecamatan Diberi Pelatihan Pamsimas

BUNTOK, KaltengEkspres.com – District Coordinator (DC) Pamsimas bekerja sama dengan District Project Management Unit (DPMU) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) mengelar pelatihan penguatan kapasitas aparatur pemerintah desa dan kecamatan program pamsimas III tahun anggaran 2019 di Aula Hotel Apiat  Jaya, Jalan Pelita Raya Buntok, Senin (25/6/19).

Kabid Infrastruktur dan pengembangan wilayah Bappeda Barsel  Eddy Hariyadi ST MT mewakili DPMU Pamsimas Barsel dalam sambutannya mengatakan, bahwa sesuai dengan amanat RPJPN 2005-2025 dan RPJM 2015-2019, pemerintah melalui program pembangunan nasional ‘Universal Acces 100-0-100 (100% Air Minum, 0% Kumuh, 100% Sanitasi). Ini dalam rangka pencapaian target akses Air Minum dan Sanitasi Indonesia ditargetkan dapat menyediakan layanan air minum dan sanitasi yang layak bagi 100% rakyat Indonesia.

Untuk kebutuhan air minum, secara nasional sampai dengan tahun 2015 Indonesia baru mampu menyediakan akses yang layak bagi 68% dari total penduduk Indonesia, sedangkan untuk kebutuhan sanitasi dasar, Indonesia baru mampu menyediakan akses sanitasi layak bagi 60% dari total penduduk Indonesia.

“Program pamsimas adalah salah satu program andalan pemerintah dalam penyediaan air bersih dan sanitasi bagi masyarakat pedesaan melalui pendekatan berbasis masyarakat,” katanya Rabu (26/6/2019).

Ketua Panitia Mohammad Rahmatullah ST dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini yaitu melakukan advokasi kepada pemerintah kecamatan dan pemerintah desa agar memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pelaksanaan program pamsimas dan keberlanjutan.

Selain itu untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman peserta tentang program Pamsimas, peran Camat dan Kepala Desa dalam program pamsimas dan keberlanjutannya, kewenangan desa, tatacara kerjasama desa, kader AMPL, KKM, dan KPSPAMS, dan integrasi PJM proAksi dan Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa,serta meningkatkan keterampilan peserta untuk mengintegrasikan PJM proAksi dalam RPJM desa dan mengintegrasikan RKM ke dalam RKP desa.

Baca Juga :  Ditabrak Tongkang, Fender Jembatan Kalahien Ambruk

“Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari dengan peserta unsur SKPD terkait antara lain Bappeda Barsel, BPMDES,  perwakilan dari pemerintah kecamatan se Kabupaten, para kepala desa khususnya desa pasca pamsimas tahun 2017 sebanyak 13 desa dan desa pasca tahun 2018 sebanyak 15 desa serta tim konsultan pendamping,” pungkasnya.(rif)