Kiprah PT Astra dalam Memajukan Pendidikan di Wilayah Kobar Bangun Sekolah di Kebun, Serap Peserta Didik Lokal, Berprestasi Raih Adiwiyata Nasional

Salah satu sekolah SMP binan PT GSIP-AMR anak Group PT Astra.

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com Puluhan tahun membangun usaha perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), PT Astra Agro Lestari telah memberikan berbagai kontribusi bagi daerah. Tak hanya sukses dalam kontribusi membangun ekonomi melalui sektor perkebunan dan peternakan, PT Astra juga berkontribusi dalam memajukan pendidikan di wilayah Kabupaten Kobar.

Tenaga pengajar sekolah binaan PT Astra saat memperlihatkan piagam penghargaan Adiwiyata Nasional.

Buktinya, disektor ini tercatat sekitar 35 ribu pelajar baik dari anak karyawan maupun warga desa yang tinggal sekitar wilayah kebun telah merasakan manfaat dari program pendidikan binaan PT Astra.

Bahkan, sejumlah sekolah binaan Astra mampu bersaing dengan sekolah negeri favorit yang ada di wilayah Kabupaten Kobar. Terbukti pada tahun 2018 lalu, tepatnya di bulan Desember 2018, enam sekolah PT Astra berhasil menorehkan prestasi membanggakan, yakni meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional.

Enam sekolah tersebut yaitu SD Astra Agro lestari (PT GSIP), SD Harapan Sejahtera (PT GSDI),  SD Pesona Astra (PT GSPP),  SD Surya Persada (PT SINP), SMP Astra Agro Lestari (PT GSIP),  SMP Indah Makmur (PT GSDI) .

Kepala Departemen Pendidikan PT Astra Agro Lestari Joko Subagio menerangkan, bahwa semua perusahaan perkebunan PT Astra memiliki sekolah binaan. Lembaga pendidikan binaan PT Astra ini dipilih sebagai salah satu bidang kegiatan CSR, karena merupakan faktor kunci untuk mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara yang menjadi cita-cita Astra.

Pilihan CSR direalisasikan dalam bidang pendidikan ini lanjut dia, dinilai realistis mengingat rendahnya kualitas pendidikan di daerah-daerah perkebunan yang umumnya di kawasan pelosok.

“Intinya Astra berkomitmen dan berkewajiban untuk menyediakan pendidikan yang bermutu untuk anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar kebun,”ungkapnya.

Untuk menunjang penggelolaannya, PT Astra telah mendirikan Yayasan Astra Agro Lestari (YAAL) di lingkungan perkebunan dengan misi meningkatkan mutu pendidikan sehingga menjadi sekolah unggul di daerah.

Baca Juga :  Jual Lem, Pedagang Sembako Diamankan Satpol PP Kobar

Yayasan tersebut didukung oleh para profesional dalam bidang pendidikan yang bekerja penuh waktu dan berdedikasi untuk memajukan pendidikan dan pengajaran di sekolah-sekolah perkebunan.

“Perusahaan mendukung sepenuhnya misi YAAL melalui penyediaan tenaga pengajar, prasarana, sarana, peralatan dan perlengkapan, anggaran operasional yang memadai,”paparnya.

Tercatat, sampai saat ini, yayasan telah memiliki 312 tempat pengasuhan anak (TPA) untuk anak usia pra sekolah, 37 taman kanak-kanak, 13 sekolah dasar (SD) dan 9 sekolah menengah pertama (SMP) yang disebut sebagai sekolah internal. Kemudian, perusahaan juga melakukan pembinaan untuk sekolah disekitar perusahaan yang terdiri dari 6 TK, 126 SD, dan 45 SMP serta 17 SMA yang dikenal dengan sekolah eksternal.

“Jumlah guru yang dibina di sekolah internal mecapai 476 orang sedangkan di sekolah eksternal mencapai 1943 orang,”ujarnya.

Menurutnya, para tenaga pendidik PT Astra konsisten dalam melaksanakan program yang dicanangkan Departemen Education Astra Agro Lestari untuk membina 10.468 siswa di internal perusahaan dan 24.877 siswa di eksternal perusahaan.

Selain itu program klasik seperti beasiswa, juga masih dilaksanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. Karena pemberian beasiswa dianggap relevan untuk memotivasi penerimanya agar lebih giat lagi meraih prestasi.

Senada diungkapkan Community Development Officer (CDO) PT. GSDI-GSYM, Suryono. Menurutnya, selama ini sekolah binaan Astra menanamkan tujuh karakter kepada peserta didiknya. Yaitu, disiplin, respect, santun, amanah, wawasan luas, integritas dan tanggung jawab.

Bahkan, keberadaan sekolah-sekolah binaan ini berdampak positif kepada kinerja karyawan yang sekaligus orang tua murid. Yakni mampu meningkatkan produktivitas karyawan menjadi lebih baik karena mereka tidak cemas terhadap pendidikan anaknya, sehingga lebih fokus dalam bekerja.

”Sebagian besar karyawan yang akan bekerja di tempat kami dulunya selalu mengajukan pertanyaan utama perihal bagaimana jaminan pendidikan anak-anak mereka,”ujarnya.

Baca Juga :  Sortir Surat Suara, KPU Kobar Libatkan 100 Warga Kobar

Namun sekarang ini kata dia, disekitar perkebunan sawit PT. GSDI-GSYM, siswa dapat bersekolah mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP).

Perusahaan memiliki tiga sekolah binaan internal, yakni TK Tunas Harapan, SD Harapan Sejahtera, dan SMP Indah Makmur. Untuk sekolah binaan eksternal meliputi SDN 1 Nangamua, SDN 1 Umpang, SMP 2 Pangkalan Banteng, dan SMA PGRI 5 Pangkalan Banteng.

Upaya mendukung aktivitas pendidikan dilakukan dengan penyediaan 13 bus sekolah yang menjemput dan memulangkan siswa. Selain itu juga difungsikan untuk antar jemput siswa di sekitar perusahaan yang bersekolah di SMA dan SMK. Ini dilakukan supaya siswa bisa sekolah tanpa harus merepotkan orang tua

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kobar Rosihan Pribadi mengakui, bahwa lembaga pendidikan binaan PT Astra Agro Lestari sangat baik. Bahkan telah berkontribusi bagi daerah. Salah satunya mampu menyerap peserta didik yang berasal dari masyarakat sekitar kebun yang berada di Kecamatan Pangkalan Lada.

Disamping itu juga, lembaga pendidikan binaan Astra ini telah menorehkan prestasi bagi daerah. Yakni dari sejumlah sekolah di Kabupaten Kobar yang meraih penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2018 lalu, enam sekolahnya berasal dari sekolah binaan PT Astra.

“Ini bukti bahwa PT Astra sangat responsif untuk menjawab dan menanamkan pembangunan pendidikan sistem go green sejak dini. Saya berharap ini bisa menjadi contoh untuk perusahaan lainnya,”kata Rosihan. (hm)