Fordayak Kalteng Batalkan Aksi Damai

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com – Fordayak Kalteng membatalkan aksi damai yang rencananya dilaksanakan Senin (18/2/2019) mendatang. Pembatalan ini disampaikan seusai digelarnya klarifikasi dan audensi antara Disnakertran Provinsi Kalteng dengan Fordayak Kalteng, di Aula Kantor Disnakertan Provinsi Kalteng, Kamis (14/2/2019).

“Kami membatalkan rencana aksi karena yang dimaksud Disnakertran Provinsi Kalteng terkait mendatangkan 1,4 juta orang itu, ternyata untuk kebutuhan/peluang tenaga kerja Program Food Estate. Bagi kami ini merupakan hal yang baik dan harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat Kalteng, karena membuka lapangan pekerjaan atau potensi tenaga kerja yang diprioritaskan bagi tenaga kerja lokal itu memang diperlukan,” kata Ketua Umum Fordayak Kalteng Bambang Irawan, Jumat (16/2/2019).

Menurut dia, saat audiensi tersebut pihaknya menyerahkan surat pernyataan bersama yang isinya meliputi, 1. Prioritaskan lapangan pekerjaan dan tenaga kerja lokal secara terbuka serta transparansi. 2. Prioritaskan hak-hak masyarakat lokal dalam pengakuan dan pengelolaan kawasan. 3.Memberdayakan masyarakat lokal disemua asfek kehidupan berkenaan program transmigrasi. 4. Meminta gubernur untuk meninjau kembali dan mengkaji tentang moratorium.

“Sebagai masyarakat yang “Belom Bahadat” menuntut kita untuk beretika dan berpikiran yang jernih, berkomunikasi secara baik dengan semua pihak termasuk melakukan audensi dengan Disnakertran Provinsi Kalteng,” ujarnya.

Karena itu lanjut dia, pihaknya menegaskan bawah aksi damai pada hari Senin (18/2/2019) resmi dibatalkan. Jika ada aksi – aksi atau pergerakan – pergerakan yang dilakukan, baik itu mengajak masyarakat, memprovokasi masyarakat ataupun mempolitisasi keadaan. Maka secara tegas pihaknya menyatakan bahwa itu bukan Fordayak Kalteng.

“Kami tidak bertanggungjawab baik secara personal, ataupun organisasi yang menaungi Fordayak Kalteng,” tegas Bambang. (hen/ed)