Bercanda Meledakan Bandara, Pemuda Kolam Diamankan Polisi

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com – Ulah seorang pemuda berinisial P, warga Desa Dawak Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) Kabupaten Kobar ini, tak patut ditiru. Ia ditangkap petugas Bandara Iskandar Pangkalan Bun, kemudian diserahkan ke Polisi Sektor (Polsek) Arut Selatan (Arsel) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Ia diringkus karena mengeluarkan perkataan candaan membawa bom hendak meledakan Bandara Iskandar Pangkalan Bun, ketika menjemput keluarganya pulang umroh di bandara setempat, Minggu (30/12).

Kapolsek Arsel Zanuar Cahyo Wibowo mengatakan, kejadian ini berawal saat pelaku hendak menjemput saudaranya yang pulang umroh di Bandara Iskandar sekitar pukul 09.45 WIB. Saat berada di bandara ini, oknum pelaku tersebut niatnya bercanda dengan pamanya, dengan mengeluarkan perkataan hendak meledakkan bandara setempat, dengan logat bahasa daerah.

Perkataannya ini didengar oleh petugas Bandara Iskandar. Takut terjadi hal negatif, saat itu juga petugas bandara langsung melaporkan ke Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Iskandar Pangkalan Bun.
Tak lama Kepala UPBU Ambar langsung melakukan komunikasi dengan Lanud Iskandar dan petugas untuk menangkap pelaku.

Setelah ditangkap kemudian tasnya digeledah ternyata didalamnya hanya berisi pakaian, alat mandi, dan obat obatan. Kemudian pelaku diserahkan kepada pihaknya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Akibat ulahnya ini, pelaku terancam dikenakan Pasal 437 junto pasal 344 e Undang-Undang RI No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara,”ujar Zanuar kepada awak media Minggu (30/12).

Terpisah Kepala UPBU Iskandar Pangkalan Bun Ambar Suryoko mengakui, telah mengamankan pria tersebut. Ia mengingatkan warga agar jangan bermain dengan kata-kata yang mengandung kekacauan, apalagi di bandara adalah obyek vital.

“Karena ini bisa mengganggu penerbangan dan berdampak panjang pada keselamatan jiwa. Oleh sebab itu saya berharap kepada para pengunjung jangan ada lagi yang mencoba meneror, meski dengan bahasa candaan,”ungkapnya Minggu (30/12).

Baca Juga :  Usai Pendidikan, 130 Pasukan Kompi B Raider 631/Antang Siap Amankan Pilkada 2018

Sementara itu, pelaku P menyesali perbuatanya tersebut. Ia mengaku tidak menyadari bahwa candaan yang ia katakan membawa dampak kurang baik. Pada kesempatan itu ai berjanji tak mengulangi lagi perbuatannya. (aro)