Kemunculan Buaya di Sungai Kahayan Gegerkan Warga Palangka Raya

PALANGKA RAYA, KaltengEkspres.com–Warga sekitar pinggiran Kota Palangka Raya tepatnya di kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut dibuat heboh denga kemunculan seekor buaya diperkirakan sepanjang tiga meter. Kemunculan buaya yang sebelummya dikira dikira biawak (komodo) ini, sebanyak empat kali.

Atas kehebohan itu ratusan warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi. Bahkan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng langsung membentuk tim dan membuat alat jerat buaya. Walaupun hingga kini buaya muara itu belum tertangkap dan kembali muncul kepermukaan, Senin (23/7).

Kunadi (53) warga setempat mengatakan, kemunculan buaaya itu terjadi kemarin di sekitar Pelabuhan Rambang. Menurut dia, posisinya tepat terlihat pada pukul 13.00 WIB. Diperkirakan panjang buaya sekitar tiga meter.

“Saya kira biawak, ternyata buaya,munculnya tidak hanya satu tempat, ada yang liat ditengah sungai ada yang liat dipinggir hanya saja sudah empat kali terlihat dan itu pun hanya sebentar terus masuk lagi ke dalam air,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Pahandut AKP Roni Wijaya mengatakan epada warga yang berada di DAS Kahayan agar mengurangi aktivitasnya di sungai. Seperti mandi maupun mencari ikan, dikuatirkan bisa memangsa.

“Kita masih berkoordinasi dengan BKSDA terkait munculnya buaya di DAS Kahayan. Tapi kami minta untuk tidak dekat dekat pinggiran Sungai terlebih malam hari,” ucap perwira pertama Polri ini.

Di lokasi sama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Kalteng Junaedi Slamet Wibowo, Senin (23/7) mengatakan terkait kemunculan buaya di sekitar Pelabuhan Rambang, pihaknya sudah menurunkan tim dan saat ini sudah pula melakukan penyisiran termasuk membuat alat jerat untuk menjerat buaya, jika ditemukan dan bisa dijinakkan.

“Membuat alat jerat terbuat dari tali yang dipasangkan melalui pipa. Gunanya untuk menjerat buaya dan selanjutnya diseret menuju daratan guna ditangkap. Mengingat tenaga buaya lebih besar, maka penangkapan hanya bisa dilakukan di darat,” ucapnya di lokasi.

Slamet menerangkan tenaga buaya ketika berada di dalam air sangat kuat sehingga warga dan personel selalu waspada. Pihaknya mengupayakan menangkap buaya tersebut hidup-hidup untuk bisa direlokasi.

“Buaya merupakan hewan yang dilindungi. Sehingga akan ditangkap hidup-hidup sebelum nantinya memakan korban jiwa. Kami menduga muncul buaya muara di kawasan Pelabuhan Rambang diduga karena daerah habitatnya telah mengalami surut dan kekurangan makanan,”tandasnya. (dr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here