Panwaslu Katingan Ajak Masyarakat Tolak Politik Uang dan Isu SARA

KASONGAN, KaltengEkspres.com Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Katingan periode 2018-2023, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Katingan akan mengawasi jalannya pesta demokrasi ini.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadinya politik uang dan dihembuskannya isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), Ketua Panwaslu Kabupaten Katingan Yosafat Ericktovia Kawung menggelar Deklarasi Bersama Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Sara, di halaman Kantor Panwaslu Katingan Rabu (14/2/2018). Deklarasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing partai dan anggota tim calon bupati dan wakil bupati.

Ketua Panwaslu Katingan Yosafat Ericktovia Kawung mengatakan, bahwa komitmen bersama dalam deklarasi ini menjadi kunci untuk menciptakan Pilkada di Kabupaten Katingan tahun 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan isu SARA dalam kampanye pilkada.

“Lembaga pengawas pemilu memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk memastikan integritas Pilkada, dengan mengajak semua semua pihak untuk terlibat,”ujarnya.

Karena menurut Yosafat, aspek penyelenggaraan, kontensasi, dan partisipasi adalah bagian penting dimana semua pihak untuk terlibat berkontribusi terhadap tinggi rendahnya kualitas pilkada. Secara tegas Ketua Panwaslu ini menyatakan bahwa politik uang dan politisasi sara adalah musuh di dalam penyelenggaraan Pilkada.

“Adanya praktis itu akan dapat menimbulkan potensi tindakan korupsi dan dapat menimbulkan perpecahan di antara masyarakat,”ungkapnya.(Ejk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here