Tragis!! Usai Panen Buah Sawit Perusahaan, Warga Telawang Dipulangkan Dalam Kondisi Tak Bernyawa

SAMPIT,KaltengEkspres.com – Tragis nasib yang dialami Yoga Saputra. Warga Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini dipulangkan warga dalam kondisi sudah tak bernyawa. Korban ditemukan tewas usai memanen buat sawit milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sukajadi Sawit Mekar (SSM), Kamis (18/1/2018) sekitar pukul 18.30 Wib.

Belum diketahui pasti penyebab korban tersebut tewas. Namun kematian korban ini dinilai ganjil oleh pihak keluarga. Sejumlah warga menduga, korban ini tewas karena dibunuh, seusai memenen buah sawit perusahaan tersebut.

Salah seorang keluarga korban Denti Harjono mengatakan, pada awalnya korban ini berangkat dari rumah bersama tiga orang temannya pagi hari. Informasinya, korban bersama tiga orang temannya ini berangkat menuju PT.SSM, untuk memanen buah sawit perusahaan. Namun  ketika malam hari, pihaknya kaget karena korban telah diantar pulang dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi.

“Kita jadi kaget, awalnya berangkat dalam kondisi sehat. Tapi pulang sudah tidak bernyawa lagi. Kami jadi heran dengan kematian korban ini,”ungkapnya kepada Kalteng Ekspres.com saat dimintai keterangan diruang jenazah RSUD dr.Murjani Sampit Jum’at (19/1/2018) .

Sementara itu istri korban bernama Anis mengatakan, dirinya tidak bisa berbicara banyak lagi terkait penyebab kematian suaminya ini. Karena setahunya, korban saat itu pergi dalam kondisi sehat  di ajak 3 orang temannya ke PT SSM untuk memanen buah sawit. “Tiba-tiba malam harinya sudah diantar pulang ke rumah bibinya dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi,”ungkapnya.

Menurut dia, pihaknya menduga suaminya itu meninggal karena tersetrum alat pemanen karena alat tersebut tergantung di tiang listrik sekitaran kebun. Namun yang anehnya lanjut dia, seusai mengantar jenazah korban, tiga orang teman tersebut langsung hilang tidak tau kemana. (MR)

Baca Juga :  Warga Baamang Cekik Leher Istrinya Hingga Tewas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here