Sakit Hati, Pria Ini Bacok Rekan Kerjanya Menggunakan Kapak dan Parang

PANGKALAN BUN, KaltengEkspres.com –Anggota Satuan Reskrim (Satreskrim) Polisi Resor (Polres) Kotawaringin Barat (Kobar) bekerjasama dengan Intel Polres Kotawaringin Timut (Kotim) membekuk Abdul Hari (40). Pelaku pembacokan terhadap rekan kerjanya sesama sopir bernama Sahrul (34) ini, dibekuk saat hendak melarikandiri ke Pulau Jawa menggunakan kapal di Pelabuhan Sampit Kabupaten Kotim, Sabtu (16/12/2017).  Akibat perbuatannya ini, sopir perusahaan kontraktor ini mendekam dibalik jeruji besi.

Korban saat dirawat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian pembacokan ini pada Sabtu (16/12/2017) sekitar pukul 07. 30 Wib, berawal saat korban Sahrul berangkat ke tempat kerjanya di Jalan Pangkalan Lima menuju Kumai. Ketika sampai ditempat kerjanya ini, tiba-tiba pelaku datang dari sebelah kiri dan langsung membacok paha kiri korban menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis parang. 

Setelah membacok paha korban, pelaku kembali mengayunkan parang hendak membacok kepala korban. Namun saat itu korban berhasil menangkis dengan tangannya. Sehingga bacokan mengenai pergelangan tangam kiri korban. Merasa ditangkis, pelaku lalu kesetanan dan kembali mengayunkan parang hendak membacok kepala korban kembali. Namun korban langsung menangkap parang tersebut dan mengenai telapak tangan sehingga mengalami luka robek. 

Karena upayanya belum bisa membuat korban tersungkur dan malah mendapat perlawanan dengan parang ditangkap korban. Pelaku kemudian mengambil kapak di bagian bawah ketiak sebelah kanannya yang telah dipersiapkan sebelumnya, kemudian langsung hendak membacok kapak tersebut ke arah korban beruntung saat itu korban langsung menyelamatkan diri. Sehingga aksi sadis ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Sementara seusai melakukan pembacokan pelaku langsung melarikandiri ke arah Kotim. 

Kapolres Kotim AKBP Aries Sandy melalui Kasatreskrim AKP Tri Wibowo saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, kejadian ini dilaporkan kepada pihaknya pada hari itu juga. Seusai menerima laporan anggota Buser Polres Kobar langsung melakukan penyelidikan berkoordinasi dengan Intel Polres Kotim untuk melacak keberadaan pelaku yang melarikandiri ke arah Kabupaten Kotim.

“Saat itu diketahui pelaku ini sedang berniat hendak pergi melarikandiri ke Pulau Jawa ikut kapal melalui Pelabuhan Sampit. Anggota Buser langsung bergerak cepat berangkat ke Kotim dan langsung meringkus pelaku di pelabuhan setempat sekitar pukul 23.30 Wib,”ujar Tri Wibowo kepada sejumlah awak media Minggu (17/12/2017).

Tri Wibowo menjelaskan, dari pengakuan tersangka saat diperiksa penyidik ia melakukan pembacokan itu karena merasa sakit hati kepada korban yang sering melaporkan kejelekannya kepada pimpinan. Padahal keduanya ini sama-sama warga asal satu daerah yakni Bima,”papar Tri Wibowo.

Akibat ulahnya ini, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan berat (Anirat) dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. (hm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here